Tarif Listrik yang Naik

Gambar : Pixabay

Awal bulan ini saya sukses dibuat kaget oleh mesin ATM. Saat itu seperti biasa saya akan melakukan pembayaran tagihan listrik dan telepon lewat ATM. Lalu saat akan membayar tagihan listrik, gerakan tangan saya terhenti. Saya lihat lagi tagihan yang tertera di hadapan saya. Tiga ratus ribu? Nggak salah nih? Tanya saya dalam hati. Saya cek kembali nama dan bulan tagihan yang tertera di layar. Bukan apa-apa. Sebelumnya saya juga pernah harus membayar tagihan listrik dengan nominal yang cukup besar. Tapi itu karena saya salah masukkan nomor rekening di bulan sebelumnya. Jadinya untuk bulan berikutnya saya harus membayar tagihan untuk 2 bulan.

Kembali lagi ke cerita tagihan bulan ini, karena nominalnya yang cukup besar akhirnya saya putuskan menunda dulu pembayaran listrik. Rencananya sih saya mau konfirmasi dulu ke pihak PLN berapa banyak pemakaian listrik di bulan Maret, sekalian mengetahui berapa kenaikan tarif yang diberlakukan di tahun 2017 ini.

Beberapa hari kemudian saya pun menyambangi kantor PLN. Saya disambut oleh petugas yang dari raut wajahnya sudah tahu maksud kedatangan saya. Setelah menyebutkan nomor rekening PLN di rumah, petugas itu pun memperlihatkan jumlah pemakaian listrik untuk bulan Maret.

“Untuk bulan ini pemakaiannya memang lebih banyak, Mbak,” begitu kata petugas yang melayani saya hari itu.

Mata saya tertuju pada angka yang diperlihatkan layar. Benar kata petugas tersebut. Ternyata untuk bulan Maret kami sekeluarga menghabiskan kurang lebih 300 kwh. Padahal biasanya cuma sekitar 200 kwh.

“Trus kalau soal tarif gimana?” Tanya saya lagi.

Mendengar pertanyaan saya, petugas itu kemudian diberikan selembar brosur yang berisi informasi kenaikan tarif yang dilakukan secara bertahap yakni pada bulan Januari, Maret dan Mei.

Jadi berdasarkan tabel tersebut, untuk pembayaran bulan April saya dikenakan tarif Rp. 1.014/kwh. Jika dikalikan dengan pemakaian 300 kwh ya benar saja kalau tagihan saya mencapai 300 ribu rupiah.

“Berarti nanti saya bayar listriknya sekitar ini?” tanya saya kemudian.

“Benar, Mbak. Tapi nanti untuk bulan April ada kenaikan tarif lagi. Setelah itu tarifnya sama dengan tarif 1300 watt dan di atasnya,” jawab petugas itu lagi.

Saya hanya menghela nafas. Teringat oleh saya perkataan adik saya beberapa bulan sebelumnya. Saat itu tagihan listrik di rumah masih naik 50 ribu rupiah. “Nanti tarif listrik 900 watt bakal sama loh dengan yang 1300 watt,” begitu katanya waktu itu.

Saat itu sih santai saja karena saya tidak ada bayangan berapa harga tarif untuk listrik 1300 watt. Ternyata begitu melihat tagihan bulan ini, saya sukses dibuat melotot. Biasanya bayar listrik cuma seratus ribu lebih, eh sekarang malah tiga ratus ribu. Padahal alat listrik di rumah itu-itu aja. Kalau sudah begini jelas hal pertama yang harus kami lakukan adalah melakukan penghematan terhadap pemakaian alat-alat listrik di rumah. Selama ini kami di rumah memang tak terlalu peduli dengan penghematan listrik ini terutama dalam hal penerangan rumah. Bisa juga sih katanya disiasati dengan membeli peralatan listrik yang tidak banyak memakai daya listrik.

30 thoughts on “Tarif Listrik yang Naik

  1. Saya pakai pra bayar mbak. Dari yang pulsa 100 ribu dapat 155kwh sampai bulan april ini cuma dapat 88 kwh. Sampai sekarang sih pulsa 100 ribu masih cukup sebulan.

  2. Aku sejak make otrik dr yg dulunya cuma 50rb jd 75rb-100rb..eeeh yp skrg 100rb udh abis 2 minggu.. Akhirnya bikin kebijakan make otrik cm 2 minggu sekali dg durasi plg lama 60 mnt.. Haduh, benar2 menghambat passion ini..

  3. itu pake pasca bayar ya mbak?
    kalau aku mah pake yang prabayar aka pake token listrik.
    tahun lalu 50 ribu itu bisa buat 1,5 bulan.
    kalau skrg 50rb cuman bisa buat 1 bulan, bahkan pernah cuman bertahan utk 2 minggu.
    kaget sih, tapi ya mau gimana lagi. bersabar ajah, haha

  4. Terkadang saya merasa lebih baik karena menggunakan listrik dengan sistem token, walaupun sama saja bikin deg degan untuk penghematannya.

    Baru banget soal ini dicurhatin sama mertua saya dan saya beneran nggak paham soal kenaikan tarif listrik ini.

    Sepertinya saya pun butuh banyak menghemat lagi.

  5. seharusnya kalau tarif naik , Lampu nya juga jarang dipadam kan dong yah ! hihihi..kami sekarang beli voucher listrik 100.000 paling cukup 4 hari ! fiiuuhh..mau dihemat gimana lagi ya.Itupun , kalau AC dipakai kalau lagi perlu aja gak selalu On !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *