Persiapan MPASI untuk si Kecil

Bulan Juni ini, Insya Allah anak saya akan berusia 6 bulan. Itu artinya anak saya sudah bisa dikenalkan pada makanan padat atau yang biasa disebut dengan MPASI. Layaknya ibu-ibu baru lainnya, tentunya saya sangat bersemangat menanti datangnya hari anak saya mulai makan. Anak saya sendiri juga sudah mulai menunjukkan ketertarikannya pada makanan. Setiap kali orang tuanya mulai makan, matanya bakal memandangi kami seolah berkata, “Duh aku juga pengen dong makan itu,” Heuheuheu.

Nah, berhubung ini adalah tahap baru dalam perkembangannya, tentunya ada hal-hal yang harus dipersiapkan sebelum memberikan MPASI untuk anak saya. Persiapan ini tak melulu dalam bentuk barang namun hal-hal lain yang menurut saya penting. Persiapan tersebut antara lain:

Read More »

Lika-Liku Pencarian Pengasuh untuk Si Kecil

 

Satu minggu jelang usia anak saya yang ke 3 bulan, saya harus kembali bekerja. Layaknya ibu bekerja yang lain, mau tak mau saya harus meninggalkan anak saya selama 10 jam dan menitipkan anak saya untuk diurus orang lain. Pertanyaannya adalah, ke mana saya harus menitipkan anak saya?

Sejak awal saya dan suami sudah sepakat tidak akan menitipkan anak kami pada ibu saya meski kami masih tinggal bersama beliau. Alasan utamanya sih karena ibu saya juga memiliki kesibukannya sendiri, jadi ya tidak mungkin bisa full mengurus anak saya saat ditinggal bekerja nanti. Saya sendiri sudah memberitahukan hal ini pada ibu saya dan beliau juga tidak keberatan dengan keinginan kami mempekerjakan pengasuh untuk menjaga anak kami.

“Coba nanti mama hubungi Mama X. Dia kayaknya mau kalau disuruh jagain, Tyas,” kata ibu saya sambil menyebutkan sebuah nama. Mama X ini dulunya tetangga dekat rumah yang sering juga bantu-bantu di rumah saat saya masih SMA dulu. Kabar terakhir yang kami ketahui beliau bekerja di sebuah warung makan di pinggiran kota tempat saya tinggal.

Read More »

Memilih Popok untuk si Kecil

Setelah melahirkan Yumna, kehidupan saya dan suami sebagai sebagai orang tua pun dimulai. Begadang dan kurang tidur menjadi menu baru dalam keseharian kami. Yumna, bayi kami yang usianya kini hampir 5 bulan termasuk bayi yang doyan begadang. Hingga usianya 3 bulan, tidurnya selalu di atas pukul 10 malam. Sebagai orang tua, kami pun berbagi tugas dalam mengurus si kecil. Untungnya suami saya tak sungkan untuk turun tangan. Saat saya tertidur karena kelelahan mengurus Yumna, misalnya, suami bersedia menggantikan saya begadang.

Di awal-awal kelahirannya, saya dan suami masih menggunakan popok kain untuk Yumna. Karena saya disibukkan dengan urusan menyusui, maka suamilah yang dengan sukarela mencuci popok kain yang jumlahnya menggunung setiap harinya. Setiap hari sebelum berangkat bekerja suami mencuci popok kotor untuk kemudian saya jemur jika sudah selesai menyusui Yumna di pagi hari.

Selama satu bulan saya dan suami setia menggunakan popok kain ini. Namun cuaca yang mulai berubah membuat saya dan suami mulai berganti haluan. Hujan turun berhari-hari dan popok si kecil pun habis. Maka mau tak mau kami pun membeli popok sekali pakai untuk menggantikan popok kain. Nah dalam memilih popok sekali pakai untuk anak, tentunya saya dan suami tidak mau sembarangan dong. Seperti yang kita tahu, kulit bayi itu sangat sensitif. Kalau salah pilih popok bisa-bisa kulitnya iritasi atau bahkan kena ruam popok. Duh saya kayaknya nggak sanggup ya melihat ada ruam-ruam di area kewanitaannya. Selain tak enak dipandang, si kecil pasti merasa tak nyaman dengan ruam-ruam ini yang ujung-ujungnya akan membuatnya lebih rewel.

Read More »

Perkembangan Yumna 0-4 Bulan

Tanggal 21 April yang lalu, Yumna, putri pertama saya berusia 4 bulan. Beratnya sudah 6 kilo lebih dengan panjang 62 cm. Tentunya ada banyak cerita yang hadir selama 4 bulan Yumna mengisi hidup saya dan suami. Mulai dari proses menyusui yang lumayan bikin drama, hingga celotehan-celotehan yang kini mulai keluar dari bibir mungilnya. Untuk kali ini, saya ingin sedikit merangkum hal-hal yang terjadi terkait tumbuh kembang Yumna.

Usia 0-1 bulan

Bulan pertama kelahiran Yumna merupakan masa di mana saya berjuang untuk bisa memberikan ASI padanya. Berhubung saya memiliki puting datar, maka proses pemberian ASI memerlukan waktu dan usaha yang sedikit lebih lama dibanding. Kala itu, agar Yumna bisa tetap mendapat ASI saya rutin memompa payudara dan memberikan ASIP tersebut melalui media dot. Saya juga menggunakan nippleshield agar Yumna bisa menyusu ke payudara dan tak menjadi terbiasa dengan dot. Youtube menjadi sahabat saya dalam usaha bisa menyusui Yumna secara langsung kala itu. Entah berapa puluh kali saya memutar video cara menyusui bayi dari berbagai channel di sana.

Alhamdulillah, setelah satu bulan usaha saya membuahkan hasil. Yumna berhasil menyusu langsung ke payudara saya (tanpa perantara nipple shield) di usianya yang 1 bulan. Yah, masih belum terlalu benar sih pelekatannya. Tapi bagi saya hal tersebut adalah sebuah pencapaian tersendiri. Oh, ya, saat tiba masa dilakukan pemeriksaan bulanan dan imunisasi, berat Yumna setelah satu bulan naik dari 2,8 kg menjadi 4,1 kg!

Read More »

Ketika si Kecil Mengalami Growthspurt

“Duh, De, kamu kok minumnya nggak kenyang-kenyang? Mama sudah capek banget nih,” kata saya pada bayi berusia satu bulan yang sedang berada di pangkuan saya. Sudah hampir 2 jam dia menyusu namun tiap kali dia akan menangis tanda masih lapar. Tak terhitung pula sudah berapa kali saya berganti-ganti posisi menyusui bayi tersebut.

“ASI-nya kurang mungkin,” kata ibu saya melihat saya yang terlihat kusut masai.

Saya hanya terdiam. Jujur saat itu separuh hati saya juga sudah mulai ragu dengan stok ASI yang dimiliki tubuh saya. Jangan-jangan memang ASI yang saya produksi sedikit dan membuat Yumna tak kunjung kenyang.

“Ah, nggak. Insyaa Allah cukup aja ASI-nya,” kata saya meyakinkan diri.

***

Setelah berhasil menyusui Yumna langsung, saya dihadapkan pada masalah baru. Yumna menyusu sangat lama dan seperti tidak pernah kenyang. Setiap dia menyelesaikan satu sesi menyusu, Yumna akan merengek kembali minta disusui. Begitu terus sampai seharian. Asli pinggang ini mau patah rasanya. Belum lagi pekerjaan yang terbengkalai. Untungnya saat ini saya masih tinggal bersama ibu saya, jadi untuk urusan rumah tangga masih bisa dibantu. Bayangkan kalau tidak.

“Mungkin anakmu sedang growthspurt,” begitu kata seorang teman ketika saya menceritakan masalah yang sedang saya hadapi.

Read More »