Melihat Keindahan Dunia dengan Balon Udara

Salah satu posisi yang saya sukai saat naik pesawat adalah duduk di dekat jendela. Dengan duduk di dekat jendela ini, membuat saya bisa menikmati pemandangan yang ada di bawah sana. Saya bisa menyaksikan kota yang saya tinggali mulai mengecil, hingga akhirnya hanya terlihat seperti titik-titik mungil. Saya juga kadang dibuat terkagum-kagum dengan keindahan lampu-lampu yang menutupi sebuah kota saat penerbangan tiba di malam hari. Semuanya terlihat begitu indah dari balik jendela pesawat tersebut.

Nah, jika memandang pemandangan alam dari jendela pesawat saja sudah menyenangkan, bagaimana ya rasanya jika bisa mengapung di udara sambil berkeliling melihat keindahan pemandangan alam sekitar dari atas ketinggian? Pasti keren banget, ya? Nyatanya, hal tersebut memang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan balon udara.

Saat ini, terdapat banyak paket wisata balon udara yang banyak ditemukan di berbagai belahan dunia, mulai dari kawasan benua Eropa, Afrika, Kutub Utara, juga kawasan Asia. Tertarik untuk melakukan wisata balon udara? Dengan booking tiket online kita bisa berkunjung ke 5 negara berikut ini, dan menikmati keindahan dunia dengan berwisata balon udara:

Baca juga : 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan bagi Flashpacker Pemula

Read More »

Merencanakan Liburan ke Bali

Sekitar 9 bulan yang lalu, suami saya mendapat undangan untuk menghadiri sebuah acara yang katanya sosialisasi pariwisata. Undangannya sendiri disampaikan lewat telepon dan sms yang entah dari mana bisa mendapatkan nomor telepon suami saya. Untuk bisa lebih menarik minat suami, diberikan juga voucher menginap di hotel bintang 4 di Bali jika suami menghadiri acara tersebut. Mendnegar kata Bali, saya dan suami tentunya tertarik dong dengan penawaran ini. Apalagi untuk saya, yang merasa ini bisa menjadi bahan tulisan untuk blog. Dalam pikiran saya, acara yang ditawarkan ini semacam seminar atau obrolan tentang wisata.

Baca juga : Menginap di Hotel Four Points Sheraton Makassar

Maka dengan penuh persiapan saya (yang saat itu hamil tua) dan suami pun berangkat ke lokasi acara yang lokasinya juga di hotel bintang 4 di kota saya. Begitu tiba di hotel, saya agak bingung kenapa kok formatnya kayak orang wawancara atau konsultasi begitu? Jauh sekali dengan bayangan saya akan sebuah seminar. Begitu memasuki ruangan, barulah saya ngeh kalau undangan yang kami hadiri ini adalah program rekrutmen sebuah klub wisata. Jadi dalam programnya ini, anggota yang berhasil direkrut diiming-imingi akan bisa berlibur ke berbagai tempat dengan cara mengumpulkan poin-poin tertentu. Poinnya sendiri tentunya dihitung dari uang yang diangsurkan setiap bulannya. Yah intinya nabunglah.

Read More »

4 Tips Perjalanan Nyaman di Kereta Api dengan Si Kecil

Beberapa waktu yang lalu, saya melakukan perjalanan udara bersama suami dan putri kecil kami. Perjalanan tersebut dilakukan dalam rangka mengunjungi ibu dan bapak mertua yang tinggal di kota Tangerang sana. Kebetulan juga ini adalah perjalanan pertama kami membawa bayi dengan jarak yang cukup jauh. Alhamdulillah perjalanan pertama kami tersebut berjalan cukup lancar. Anak saya tidak terlalu rewel baik di perjalanan maupun selama berada di rumah kakek neneknya. Hal ini tentunya membuat saya ingin kembali melakukan perjalanan bersama keluarga di lain waktu.

Baca : Pengalaman Mengajak Bayi Travelling

Meski menyenangkan, kadang muncul juga perasaan was-was di hati saya terkait perjalanan dengan membawa si Kecil ini. Rasa was-was itu apalagi bukan terkait kerepotan yang harus dihadapi selama masa perjalanan. Entah itu kerepotan dalam hal barang-barang yang perlu dibawa, makanan untuk si kecil, kenyamanan hingga rasa pegal yang pasti akan muncul karena kebanyakan menggendong atau memangku si kecil. Pengalaman kemarin, saat membawa anak saya ke rumah neneknya, dia masih di awal masa MPASI. Karena di rumah mertua tidak ada kulkas, mau tak mau saya harus menyesuaikan menu untuk si kecil. Itu artinya ada beberapa teori MPASI yang tidak bisa saya terapkan saat melakukan perjalanan jauh.

Baca : MPASI: : Antara Teori dan Praktik

Read More »

5 Hal yang Perlu Dipersiapkan bagi Flashpacker Pemula

Sekarang ini, liburan alias traveling sudah seperti gaya hidup. Orang-orang berlomba-lomba meng-upload foto mereka saat sedang liburan di suatu tempat. Bahkan ada yang sampai berhutang hingga (mungkin) mengedit fotonya biar bisa pamer kalau sudah liburan. Padahal ya liburan ini kan sebenarnya sesuatu yang bisa direncanakan. Kalau kita ingin mengunjungi suatu tempat, ya berarti kita harus menyiapkan dananya terlebih dahulu alias nabung.

Dulu memang orang mengidentikkan liburan itu hanya bisa dilakukan mereka yang punya banyak uang di rekeningnya. Liburan gaya orang kaya ini biasa disebut liburan dengan koper. Lalu kemudian muncullah liburan ala backpacker yang minim biaya tapi harus siap dengan konsekuensi menginap di mana saja. Nah, ternyata sekarang ada loh jenis liburan yang berada di antara, namanya flashpacker alias flexible traveler.

Flashpacker sendiri mungkin tak jauh berbeda dengan backpacker. Bedanya seorang flashpacker memiliki prinsip selama liburan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan bahkan kadang tanpa mempedulikan anggaran. Flashpacker akan berlibur tanpa memikirkan gengsi, penampilan ataupun identitas kelompok. Flashpacker pun tidak akan terlalu terpatok dengan jadwal yang ketat.

Read More »

4 Cara Berhemat di Bulan Ramadhan

Tahun ini merupakan kali ke-3 saya menjalani Ramadhan dengan status sebagai seorang istri, plus tahun pertama sebagai seorang ibu. Tentunya jika dibandingkan dengan Ramadhan saat masih sendiri ada beberapa hal yang berubah dalam keseharian saya. Yang paling nyata adalah dalam pengaturan keuangan plus dapur. Meski masih tinggal bersama ibu saya, namun tetap dong saya bertanggung jawab atas kelangsungan perut suami. Apalagi suami bukan orang Banjar yang otomatis lidahnya berbeda dengan saya yang Banjar tulen.

Salah satu hal yang paling berasa saat Ramadhan adalah soal pengaturan keuangan selama bulan Ramadhan. Meski siang hari kita tidak makan minum, siapa yang menjamin kalau pengeluaran bakal bisa lebih irit ketimbang di luar bulan Ramadhan. Malah bisa-bisa sebaliknya. Pengeluaran di bulan Ramadhan membengkak. Mending keluarnya buat sedekah, lah ini kebanyakan buat hal-hal yang berhubungan dengan urusan perut. Heu.

Nah, sebagai seorang pengatur keuangan di rumah, mau tak mau saya harus pintar-pintar menyiasati pengeluaran selama bulan Ramadhan. Beberapa hal yang biasanya saya lakukan antara lain:

Read More »