The Founder, Kisah Tragis di Balik Kesuksesan McDonald’s

Jika mendengar nama McDonald’s, pikiran kita pasti mengarah pada sebuah franchise besar dari Amerika dengan ikon huruf M besarnya itu. Namun siapa sangka ternyata di balik nama besar McDonalds ini ada sebuah kisah yang cukup memilukan. Dan saya baru mengetahuinya setelah menonton film The Founder yang dibintangi Michael Keaton.

Cerita awal The Founder dimulai dari Ray Croc, seorang sales alat pembuat milkshakes yang sedang menawarkan barang miliknya ke berbagai gerai di Amerika. Saat sedang beristirahat dari pekerjaannya, dia mendapat informasi kalau ada sebuah tempat makan yang ingin membeli banyak sekali alat pembuat milkshake yang ia tawarkan. Ray tentu saja terkejut dengan kabar ini. Pasalnya, selama ini dia sangat kesulitan memasarkan alat milkshake tersebut. Dan tiba-tiba saja ada permintaan sampai, wajar

Dengan rasa penasaran, Ray pun memacu mobilnya menuju lokasi gerai makan McDonalds. Setibanya di McDonald’s, Ray dibuat takjub dengan sistem pelayanan yang dilakukan oleh gerai makanan ini. Tak seperti gerai makanan lain yang kerap dikunjunginya, di mana para pengunjung menunggu pesanannya (sampai lumutan) di dalam mobil, maka McDonald’s menggunakan sistem antrian. Para pengunjung yang ingin menikmati burger harus mengantri. Ajaibnya, mereka hanya perlu menunggu sekian menit hingga pesanannya diserahkan. Sangat efisien!

Baca juga : Hindi Medium, Cerita tentang Pencarian Sekolah Terbaik untuk Anak

 

Read More »

Menginap di Hotel Four Points Sheraton Makassar

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tugas dinas untuk mengikuti pameran IWWEF (Indonesia Water Wastewater Expo and Forum) yang diadakan di kota Makassar. Berhubung anak saya masih berusia 8 bulan, saya pun meminta izin untuk mengajaknya serta dalam tugas dinas ini. Alhamdulillah permintaan saya dikabulkan. Jadilah kemudian saya berangkat ke Makassar bersama anak dan suami, tentunya dengan biaya tiket dan kamar yang saya tanggung sendiri.

Dalam mengikuti acara ini, pihak kantor saya mengutus 17 orang untuk bertugas menjaga stand perusahaan dan mengikuti beberapa seminar yang dilaksanakan selama IWWEF berlangsung. Karena hotel tempat acara diadakan sudah penuh, maka beberapa orang diinapkan di hotel yang terletak tak jauh dari pusat acara. Saya sendiri beserta beberapa karyawan yang lain menginap di tempat IWWEF berlangsung, yakni Hotel Four Points Sheraton Makassar.

Hotel Four Points Sheraton Makassar merupakan salah satu hotel bintang 4 yang terletak di Jl. Landak Baru No.130, Banta-Bantaeng, Rappocini, Kota Makassar. Saat pertama kali tiba di hotel, saya disambut oleh lobby yang sangat luas dengan banyak kursi di dalamnya. Bagi yang ingin duduk-duduk santai lobby ini termasuk nyaman sekali. Oh, ya, sebelum memasuki pintu hotel, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan atas barang bawaan kita.

Read More »

Hindi Medium, Cerita tentang Pencarian Sekolah Terbaik untuk Anak

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah film Bollywood berjudul Hindi Medium. Sebuah film menarik yang dibintangi oleh Irrfan Khan dan Saba Qomar. Filmnya sendiri bercerita tentang usaha sepasang suami istri, Raj dan Mita Batra mendaftarkan putri mereka ke sebuah sekolah bergengsi di kota mereka. Alasan utama sang istri sangat ingin putrinya bisa bersekolah di sekolah elit tersebut karena dia yakin kalau di sekolah elit sang putri akan mendapatkan banyak fasilitas yang lebih baik dari sekolah negeri.

Pasangan Raj dan Mitra Batra sendiri berasal dari keluarga yang cukup berada. Raj sebagai kepala keluarga memiliki bisnis pakaian yang cukup besar di Chandni Chowk. Atas desakan sang istri, Raj akhirnya setuju untuk pindah dari Chandni Chowk ke kawasan perumahan elit agar bisa beradaptasi dengan kehidupan orang-orang kaya. Selain itu mereka juga mengikuti semacam bimbingan agar anak mereka bisa diterima di sekolah elit yang dimaksud.

Sayangnya dengan segala usaha yang telah dilakukan, Pia, sang putri tercinta tak lolos seleksi. Ironisnya, putri dari salah satu karyawan mereka malah berhasil diterima. Rupanya di sekolah elit tersebut ada jalur khusus bagi mereka yang tidak mampu. Demi bisa menyekolahkan putri tercinta, Raj dan Mita pun mencoba mendaftarkan Pia lewat jalur ini, tentu saja dengan memalsukan beberapa dokumen.

Sialnya tak berapa lama pihak sekolah mengetahui adanya pihak-pihak yang memalsukan dokumen hanya untuk bisa diterima di Delhi Grammar School, sekolah yang mereka tuju. Pihak Delhi Grammar School kemudian mengutus salah satu perwakilannya untuk melakukan survey lapangan pada orang tua yang mengajukan lamaran dengan jalur tidak mampu.

Read More »

[Review] Purbasari Daily Series Lipstik dan Pensil Alis

Beberapa waktu yang lalu saya mampir ke salah satu toko kosmetik di kota saya. Maksud kedatangan saya hari itu adalah untuk mencari beberapa produk Purbasari yang digunakan Suhay Salim dalam salah satu video terbarunya. Sayangnya, produk yang saya inginkan, yakni pensil alisnya tidak ada. Pengen sih beli eye shadow-nya tapi kok warnanya kurang menarik di mata saya? Akhirnya karena bingung, saya pun mengalihkan pandangan pada deretan lipstik yang dipajang di atas counter Purbasari.

“Saya coba lipstiknya, ya, Mbak,” kaya saya sambil mengambil salah satu tester lipstik yang terpajang. Ada cukup banyak pilihan warna yang ada di counter ini. Dan ini bukan lipstik matte Purbasari yang terkenal itu lho ya. Lipstik yang saya coba ini merupakan seri daily series yang tampilannya feminin banget.

Warnanya cantik. Pas banget sama yang aku cari, kata saya dalam hati setelah mencoba beberapa warna. Kebetulan beberapa waktu terakhir saya lagi mencari-cari lipstik dengan warna pink nude. Dan rupanya jodoh saya ada pada si Purbasari Daily Series ini. Saya pun segera meminta mbak BA untuk membungkus lipstik yang saya pilih, yakni seri X06.

Setelah beberapa waktu, saya kembali ke toko kosmetik langganan. Kali ini lagi-lagi saya membeli beberapa produk Purbasari. Alhamdulillah, pensil alis yang saya inginkan ada hari itu. Plus saya juga membeli 1 lagi lipstik Purbasari Daily Series dengan warna coklat nude nomor W14. Nah berikut adalah sedikit review atas produk Purbasari yang saya beli kemarin.

Read More »

Review Claire’s Breastpump

Bagi ibu menyusui yang bekerja, pompa ASI jelas merupakan salah satu alat tempur yang penting untuk dimiliki. Saya sendiri sejak kehamilan memasuki trimester dua sudah mulai melakukan survey terhadap pompa ASI ini. Tahu sendiri kan harga pompa ASI nggak bisa dibilang murah. Waktu itu sih pengennya beli pompa ASI sekelas Medela. Lucunya saat menanyakan harga dari pompa yang diincar, penjaga toko malah menawarkan merk lain.

“Pompa Claire’s bagus juga lho, Mbak,” begitu kata gadis muda tersebut pada saya.

“Oh ya? Banyak yang beli ya?” tanya saya lagi.

Gadis penjaga toko tersenyum menganggukkan kepalanya. Sayangnya karena memang belum yakin ingin membeli pompa yang mana akhirnya saya hanya menganggukkan kepala seraya meninggalkan toko bayi tersebut.

Setelah melahirkan, karena masih tak bisa kemana-mana saya minta tolong suami membelikan pompa ASI. Pada suami saya minta untuk membeli merk Pigeon. Saat pulang, dia malah membawa pompa ASI Claire’s manual. “Harganya lebih murah,” katanya seraya memperlihatkan struk pembelian. Di sana tertera angka sekitar 135.000 rupiah.

Read More »