Manajemen ASIP Setelah Bekerja

Pagi itu, seperti biasa saya memulai aktivitas pumping di kantor. Sebuah tas khusus ASIP sudah siap di samping saya. Saya pun mulai mengeluarkan alat tempur pumping saya, merangkainya dan mulai menyalakannya. Baru beberapa detik saya langsung sadar ada yang salah. Pompanya tidak menghisap sama sekali. Segera saya matikan pompa. Saya cek setiap bagian pompa dari silikon hingga bagian dalamnya.

“Duh, kemana valve-nya?” rutuk saya setelah membuka bagian atas pompa. Ternyata valve yang biasanya menempel pada bagian leher . Segera saya membereskan kembali peralatan pompa. Tak ada pilihan lain. Saya harus pulang ke rumah untuk mengambil valve yang ketinggalan tersebut. Untungnya jarak antara kantor dan rumah tak terlalu jauh. Dalam setengah jam saya sudah kembali ke kantor dan bisa memulai aktivitas pumping yang tertunda.

Kejadian seperti di atas sebenarnya tak hanya sekali ini terjadi. Beberapa kali saya mendapati tutup botol yang tertinggal, salah bawa kepala pompa, hingga lupa men-charge mesin pompa. Semuanya terlihat sepele namun kadang sukses mengganggu mood saya untuk pumping. Padahal ya aturan dasarnya ibu menyusui itu sebaiknya tidak boleh stress karena akan berpengaruh pada produksi ASI. Dan memang karena hal-hal kecil seperti di atas kadang membuat hasil pumping saya tidak sesuai dengan target yang ingin saya capai.

Read More »

Perkembangan Yumna 0-4 Bulan

Tanggal 21 April yang lalu, Yumna, putri pertama saya berusia 4 bulan. Beratnya sudah 6 kilo lebih dengan panjang 62 cm. Tentunya ada banyak cerita yang hadir selama 4 bulan Yumna mengisi hidup saya dan suami. Mulai dari proses menyusui yang lumayan bikin drama, hingga celotehan-celotehan yang kini mulai keluar dari bibir mungilnya. Untuk kali ini, saya ingin sedikit merangkum hal-hal yang terjadi terkait tumbuh kembang Yumna.

Usia 0-1 bulan

Bulan pertama kelahiran Yumna merupakan masa di mana saya berjuang untuk bisa memberikan ASI padanya. Berhubung saya memiliki puting datar, maka proses pemberian ASI memerlukan waktu dan usaha yang sedikit lebih lama dibanding. Kala itu, agar Yumna bisa tetap mendapat ASI saya rutin memompa payudara dan memberikan ASIP tersebut melalui media dot. Saya juga menggunakan nippleshield agar Yumna bisa menyusu ke payudara dan tak menjadi terbiasa dengan dot. Youtube menjadi sahabat saya dalam usaha bisa menyusui Yumna secara langsung kala itu. Entah berapa puluh kali saya memutar video cara menyusui bayi dari berbagai channel di sana.

Alhamdulillah, setelah satu bulan usaha saya membuahkan hasil. Yumna berhasil menyusu langsung ke payudara saya (tanpa perantara nipple shield) di usianya yang 1 bulan. Yah, masih belum terlalu benar sih pelekatannya. Tapi bagi saya hal tersebut adalah sebuah pencapaian tersendiri. Oh, ya, saat tiba masa dilakukan pemeriksaan bulanan dan imunisasi, berat Yumna setelah satu bulan naik dari 2,8 kg menjadi 4,1 kg!

Read More »

Review Claire’s Breastpump

Bagi ibu menyusui yang bekerja, pompa ASI jelas merupakan salah satu alat tempur yang penting untuk dimiliki. Saya sendiri sejak kehamilan memasuki trimester dua sudah mulai melakukan survey terhadap pompa ASI ini. Tahu sendiri kan harga pompa ASI nggak bisa dibilang murah. Waktu itu sih pengennya beli pompa ASI sekelas Medela. Lucunya saat menanyakan harga dari pompa yang diincar, penjaga toko malah menawarkan merk lain.

“Pompa Claire’s bagus juga lho, Mbak,” begitu kata gadis muda tersebut pada saya.

“Oh ya? Banyak yang beli ya?” tanya saya lagi.

Gadis penjaga toko tersenyum menganggukkan kepalanya. Sayangnya karena memang belum yakin ingin membeli pompa yang mana akhirnya saya hanya menganggukkan kepala seraya meninggalkan toko bayi tersebut.

Setelah melahirkan, karena masih tak bisa kemana-mana saya minta tolong suami membelikan pompa ASI. Pada suami saya minta untuk membeli merk Pigeon. Saat pulang, dia malah membawa pompa ASI Claire’s manual. “Harganya lebih murah,” katanya seraya memperlihatkan struk pembelian. Di sana tertera angka sekitar 135.000 rupiah.

Read More »