Satu Tahun Bersama Female Blogger Banjarmasin

Saya mulai aktif ngeblog sejak tahun 2010 dengan menggunakan platform Multiply. Saat itu, Multiply ini bisa dibilang wadah ngeblog yang paling ramai dan tingkat keakrabannya tinggi. Bagaimana tidak ramai? Komentar bisa berbalas hingga ratusan bahkan sampai ada dramanya juga. Melalui Multiply ini, saya kemudian dipertemukan dengan beberapa teman dunia maya yang alhamdulillah juga pernah bertemu di dunia nyata bernama kopdar. Ironisnya, setelah beberapa tahun Multiply bubar karena ingin mengubah diri menjadi marketplace (yang sayangnya juga gagal).

Setelah Multiply bubar, saya memulai kembali aktivitas ngeblog di WordPress. Berbeda dengan Multiply, di WordPress ini saya harus memulai semua dari awal lagi. Follow sana sini biar dapat teman baru. Pecahan Multiply yang lain ada yang berpindah ke Blogspot. Ini tentu saja membuat interaksi jadi terasa kurang asyik mengingat komentar tak lagi bisa dua arah. Meski begitu, saya pantang menyerah. Saya tetap berusaha rutin ngeblog hingga akhirnya merasa nyaman dengan platform baru.

Setelah beberapa waktu ngeblog di WordPress, saya baru ngeh kalau dunia blogging itu sangat populer sekarang. Tak ingin menjadi katak dalam tempurung, saya akhirnya memutuskan untuk bergabung dalam grup blogger yang ada di facebook. Tujuannya sih selain biar bisa nambah bacaan blog dan menemukan blogger perempuan yang satu kota dengan saya.

Ya, selama bertahun-tahun ngeblog, sebenarnya ada 1 pertanyaan yang muncul di benak saya. Apakah ada lagi Blogger Banjarmasin berjenis kelamin perempuan selain saya? Bukan berarti blogger Banjarmasin tidak ada lho, ya. Setahu saya sih sejak beberapa tahun yang lalu sudah ada satu komunitas blogger di Banjarmasin. Tapi ironisnya, sulit sekali bagi saya  menemukan blogger Banjarmasin yang berjenis kelamin perempuan (yang aktif ngeblog). Kayak nggak terindeks begitu. Saya sudah cek ke website resminya. Sayangnya pas diklik nama membernya nggak diarahkan ke alamat blog si admin? Gimana ya ini maksudnya? Jadilah selama bertahun-tahun saya ngeblog sendirian sebagai warga Banjarmasin.

Read More »

Cerita Di Balik Migrasi ke Top Level Domain

gambar : Pixabay

Sejak awal ngeblog, sebenarnya saya sudah bercita-cita untuk bisa memiliki blog berakhiran dotcom. Kala itu yang ada di pikiran saya keren aja kalau bisa punya blog dengan akhiran dotcom ini. Saya belum mengerti tentang monetize dan hal-hal lain yang saat ini mungkin menjadi alasan orang-orang menjadikan blog gratisannya menjadi Top Level Domain. Yah, waktu itu memang kayaknya dunia blogger belum semenjanjikan sekarang, jadilah saya ngeblog murni karena ingin mengeluarkan isi di kepala.

Seiring dengan semakin banyaknya teman-teman dunia maya yang mengganti blog gratisannya menjadi blog berbayar, keinginan saya untuk bisa pun semakin menguat. Sayangnya dengan alasan membuat blog TLD itu mengeluarkan biaya, akhirnya saya putuskan untuk tetap setia dengan blog gratisan. Selain itu, saya juga khawatir tidak akan bisa konsisten menulis saat sudah memiliki blog TLD nanti.

Setelah berbulan-bulan bersemedi, akhirnya saya pun bulat memutuskan untuk berpindah dari blog gratisan ke blog berbayar. Karena saya menggunakan blog wordpress, otomatis saya harus menyewa hosting terlebih dahulu baru bisa membeli domain. Bisa sih sebenarnya saya pindah haluan ke blogspot yang tak memerlukan hosting. Tapi yah saya sudah nyaman ngeblog di wordpress ini. Mau nggak mau harus rela bayar lebih deh.

Read More »