Saat Ibu Tak Ada di Rumah

 

“Ibu akan pergi selama 2 hari. Kalian jangan buat rumah berantakan, ya,” kata ibu Jung Hwan kepada suami dan kedua anak lelakinya, Jung Hwan dan Jung Bong. Beberapa saat sebelumnya ia mendapat telepon dari salah satu saudaranya. Sebelum berangkat, Ibu Jung Hwan kemudian memberikan beberapa arahan kepada ketiga lelaki tersebut. Bagaimana mengganti briket, apa yang akan dimakan untuk makan malam, hingga bagaimana mengatasi toilet yang mampet.

Karena dalam keluarga tersebut hanya ada satu sosok perempuan, bisa ditebak apa yang akan terjadi jika ibu sedang tidak ada. Ya. Para lelaki tersebut dengan leluasa melakukan segala hal. Hanya dalam waktu beberapa jam, rumah yang mulanya rapi sudah berubah menjadi kapal pecah.

Satu hari berlalu. Saat ketiganya masih menikmati masa bebas tanpa ibu, tiba-tiba telepon berbunyi. “Ibu sudah di terminal,” begitu kata Jung Hwan yang mengangkat telepon. Mendengar kabar tersebut, spontan ayah dan kedua anaknya berlarian membersihkan rumah yang tak keruan lagi bentuknya.

“Semuanya rapi, kan? Nah apa kubilang. Kami akan baik-baik saja tanpa ibu,” kata ayah ketika ibu sudah berada di rumah.

Ibu Jung Hwan memeriksa sudut-sudut rumah. Benar kata suaminya. Rumah benar-benar bersih dan rapi. Persis seperti saat ia tinggalkan hari sebelumnya. Bahkan cucian di loteng pun kini sudah tersusun rapi di lemari.

“Baguslah kalau begitu. Ibu mau istirahat dulu,” kata ibu Jung Hwan akhirnya sambil berjalan menuju kamarnya. Anehnya, dari wajahnya jelas terlihat kalau ibu Jung Hwan menyimpan kekecewaan.

***

“Ibuku kenapa, ya?” tanya Jung Hwan pada Dong Ryong saat dirinya berada di rumah Taek.

“Memangnya ada apa? tanya Dong Ryong sambil menurunkan majalah yang dibacanya.

Jung Hwan pun menceritakan kejadian yang terjadi di rumahnya hari ini. Tentang ibu pergi selama satu hari setengah dan pulangnya malah terlihat kecewa meski rumah terlihat sangat rapi.

Mendengar cerita Jung Hwan, Dong Ryong pun berkata, “Kau tahu masalahnya? Kalian melakukan semuanya terlalu sempurna. Itu membuat ibumu merasa tak diperlukan.”

Jung Hwan pun pulang ke rumahnya. Saat dilihatnya sang kakak akan memasak mie, dengan sengaja dibuatnya tangan sang kakak melepuh

“Ibuu..  kakak melukai tangannya lagi!” serunya.

Ia kemudian ke gudang. Saat dilihat ayahnya berusaha memperbaiki briket, Jung Hwan malah menjatuhkannya. Ia kemudian berteriak, “Ibuu… ayah menghancurkan briketnya lagi!”

Terakhir, Jung Hwan kembali ke kamarnya sendiri dan membongkar isi lemarinya. “Ibu…kau melihat celanaku?” serunya lagi.

Ibu yang mulanya mengurung diri di kamar tergesa-gesa keluar. “Aduuh bagaimana sih kalian ini. Tidak pernah melakukan semuanya dengan benar. Apa jadinya kalian tanpa ibu?” omel ibu pada suami dan anak-anaknya.

Ketika melihat ibu yang marah-marah begini, entah mengapa Jung Hwan langsung merasa bahagia

***

NB : Cerita di atas diambil dari salah satu episode Reply 1988.

 

9 thoughts on “Saat Ibu Tak Ada di Rumah

  1. Ibu yang sangat berbakti dan mengabdi. Tapi mungkin memang demikian kali ya, bahkan dalam menyelesaikan pekerjaan pun seseorang harus membuat bagaimanapun semuanya punya andil agar merasa berguna dan tidak jadi free rider. Entah mengapa itu yang saya lihat dari cerita ini (agak keluar sih dari konteks keluarga :haha).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *