Saat Akhirnya Kita Bertemu

Bagaimana kita bisa tahu seseorang adalah jodoh kita?

Pertanyaan ini pastilah pernah hadir di kepala setiap orang. Terutama pada mereka yang belum menemukan jodohnya. Saya sendiri pun kerap melontarkan pertanyaan ini pada teman-teman yang akan menikah. Dan jawaban mereka rata-rata sama. “Hatimu memberikan jawabannya,” begitu kira-kira kata mereka.

Satu hari di tahun 2010, saya mendaftarkan diri pada Forum Lingkar Pena Cabang Banjarmasin. Setelah melalui rangkaian tes, terpilihlah sekian orang yang menjadi anggota baru FLP Cabang Banjarmasin. Dari organisasi ini, saya kemudian berkenalan dengan seorang pria bernama Murdiyanto. Meski usianya tak jauh dari saya, namun karena profesinya kala itu adalah pengajar, maka kami kemudian kerap memanggilnya “Pak Didi”.

Tak banyak interaksi yang terjalin antara saya dengan Pak Didi selama keikutsertaan kami di FLP ini. Kami biasanya hanya berinteraksi dalam beberapa event yang diadakan oleh FLP Cabang Banjarmasin. Entah itu seminar menulis atau silaturahim antar anggota FLP Cabang Banjarmasin. Di luar organisasi, hanya beberapa kali saya bertemu dengannya untuk beberapa keperluan.

Satu hari, di awal Januari 2015, Pak Didi mengutarakan maksud baiknya pada saya. Saat itu, beberapa hari berlalu dari perjalanan kami ke Gunung Kayangan dan Mandi Angin. Tak perlu waktu lama bagi saya untuk memberikan jawaban atas pertanyaannya. Setelah membaca proposal yang ia kirimkan, saya pun setuju untuk menjalani ta’aruf. Entah mengapa kala itu saya seolah tak memiliki alasan untuk menolak lamarannya. Mungkin itu karena saya sudah mengenal sedikit tentang sosoknya. Atau bisa juga memang begitulah cara hati saya memberikan jawaban tentang perkara jodoh.

Akhirnya, setelah penantian sekian tahun, saya pun menemukan jawaban dari pertanyaan di kepala saya. Insya Allah tanggal 20 Mei 2015 besok akan menjadi salah satu hari penting dalam kehidupan saya. Hari itu saya akan memulai sebuah kehidupan baru bersama seorang pria yang saya percayakan masa depan saya padanya. Semoga tak ada halangan hingga acara berlangsung.

Mohon doa restu dari semuanya.

IMG20141227124026
Kenangan perjalanan ke Gunung Kayangan

62 thoughts on “Saat Akhirnya Kita Bertemu

  1. Kakaaaa…. Alhamdulillah… Senang banar ulun mdangarnya. Semoga jadi keluarga sakinah mawaddah warahmah dikaruniai anak2 yg sholeh sholehah. Moga lancar acaranya, Ka. Aamiin….

  2. Selamat Mbak, semoga lancar acaranya, semoga langgeng dan menjadi keluarga yang rukun :)). Hati tak pernah salah dalam memilih ya Mbak :hehe.

  3. sebuah jawaban dr kotak misteri yg di berikan allah swt…akan banyak cerita setelah tanggal 20 mei 2015..asem manis pahit akan siap tersaji…tinggal gimana kita mau menikmati sajianya..

  4. Alhamdulillah sudah menemukan jodoh, saya ikut senang. Kalo saya di Banjarmasin pasti saya datang, 🙂 Ternyata Tuhan memberikan jodoh tak jauh-jauh.
    Selamat ya.

  5. Barakallahu laka wa baraka ‘alayka wa jama’a baynakuma fii khairin.
    Baru 1 hari usia pernikahan, belum terlambat untuk ,berkirim ucapan.
    Semoga sampan yang baru mulai dikayuh akan selamat sampai seberang samudera kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *