Perkembangan Yumna 0-4 Bulan

Tanggal 21 April yang lalu, Yumna, putri pertama saya berusia 4 bulan. Beratnya sudah 6 kilo lebih dengan panjang 62 cm. Tentunya ada banyak cerita yang hadir selama 4 bulan Yumna mengisi hidup saya dan suami. Mulai dari proses menyusui yang lumayan bikin drama, hingga celotehan-celotehan yang kini mulai keluar dari bibir mungilnya. Untuk kali ini, saya ingin sedikit merangkum hal-hal yang terjadi terkait tumbuh kembang Yumna.

Usia 0-1 bulan

Bulan pertama kelahiran Yumna merupakan masa di mana saya berjuang untuk bisa memberikan ASI padanya. Berhubung saya memiliki puting datar, maka proses pemberian ASI memerlukan waktu dan usaha yang sedikit lebih lama dibanding. Kala itu, agar Yumna bisa tetap mendapat ASI saya rutin memompa payudara dan memberikan ASIP tersebut melalui media dot. Saya juga menggunakan nippleshield agar Yumna bisa menyusu ke payudara dan tak menjadi terbiasa dengan dot. Youtube menjadi sahabat saya dalam usaha bisa menyusui Yumna secara langsung kala itu. Entah berapa puluh kali saya memutar video cara menyusui bayi dari berbagai channel di sana.

Alhamdulillah, setelah satu bulan usaha saya membuahkan hasil. Yumna berhasil menyusu langsung ke payudara saya (tanpa perantara nipple shield) di usianya yang 1 bulan. Yah, masih belum terlalu benar sih pelekatannya. Tapi bagi saya hal tersebut adalah sebuah pencapaian tersendiri. Oh, ya, saat tiba masa dilakukan pemeriksaan bulanan dan imunisasi, berat Yumna setelah satu bulan naik dari 2,8 kg menjadi 4,1 kg!

Usia 1-2 bulan

Memasuki bulan ke-2 usianya, Yumna memasuki masa growthspurt yang cukup panjang. Jika rata-rata bayi mengalami growthspurt 1 hari hingga 1 minggu, maka anak saya mengalaminya selama 1 bulan. Entah ini memang growthspurt atau karena sistem pencernaannya yang belum sempurna. Yang jelas masa-masa growthspurt ini merupakn masa-masa yang membuat frustrasi. Setiap hari saya harus menyusui Yumna selama berjam-jam tanpa henti. Pekerjaan rumah terbengkalai. Saya bahkan nyaris tak sempat makan. Beruntung saya masih tinggal bersama ibu saya. Jadi setidaknya ada yang membantu . Selain itu saya juga punya stok ASIP yang bisa diberikan saat saya sudah benar-benar kelelahan di malam hari.

Jika di siang hari Yumna terus-terusan menyusu, maka malamnya, Yumna juga sangat sulit untuk ditidurkan. Jika katanya bayi berusia 2 bulan tidur sampai 16 jam sehari, maka Yumna kalau dihitung tidur hanya 8-10 jam. Saya bahkan sempat bertanya pada teman yang usia anaknya berbeda 1 minggu dengan anak saya.

“Anakmu tidurnya gimana?” tanya saya kala itu.

“Anakku kalau pagi habis mandi tidur sampai jam 12. Trus kalau siang jam 2 sudah tidur lagi. Kalau malam habis magrib dia juga sudah tidur,” begitu jawab teman saya. Dan saya pun galau dibuatnya.

Masa-masa growthspurt ini sempat membuat saya merasa kalau ASI saya kurang. Apalagi kadang lingkungan terdekat juga secara tanpa sengaja mengucapkannya pada saya. Untungnya ada satu teman yang mengalami hal yang sama seperti yang saya alami. Dari ceritanya itulah saya berusaha meyakinkan diri kalau masa itu pasti akan berakhir. Dan alhamdulillah memasuki usia 3 bulan frekuensi menyusu Yumna mulai berkurang. Lucunya, saat ditimbang bulan berikutnya, berat Yumna cuma naik 600 gram! Duh ya, kemana itu larinya ASI yang disedot berjam-jam selama 1 bulan?

Usia 2-3 bulan

Seperti yang saya tulis di atas, memasuki usia 3 bulan frekuensi menyusu Yumna mulai berkurang. Jika sebelumnya dia menyusu 15 menit sekali, maka di usia 2 bulan jeda waktu menyusunya mulai melebar menjadi 30 menit sekali. Yah, lumayan lah ya, saya jadinya bisa istirahat barang setengah jam. Jelang usia 3 bulan ini juga saya berusaha mengumpulkan kembali stok ASIP buat Yumna. Mengingat selama masa growthspurt stok ASIP-nya dipakai untuk malam hari, jadinya stok ASIP-nya cuma berjumlah belasan. Untuk itu, saya pun rajin pumping di tengah malam setelah Yumna berhasil ditidurkan. Oh, ya, di usia 2-3 bulan ini Yumna masih doyan begadang! Dia baru bisa tidur di atas pukul 9 malam. Atau pernah juga tidur cepat tapi tengah malam bangun dan ogah tidur lagi. Bahkan pernah Yumna ngajakin ortunya begadang dari pukul 12 sampai subuh. Luar biasalah pokoknya. Heu.

Memasuki usia 3 bulan ini, saya sudah mulai bisa memantau perkembangan motorik Yumna. Beberapa perkembangan motorik yang saya lihat antara lain:

  • Yumna mulai memasukkan jarinya ke mulut
  • Sudah bisa mengangkat kakinya
  • Mulai mengeluarkan suara dan bisa diajak ngobrol

Edisi curhat bersama abah

A post shared by Antung Apriana (@ayanapunya) on

Di usia 2-3 bulan ini saya juga mulai melatih Yumna agar bisa tengkurap. Jadi selama beberapa menit setiap harinya Yumna letakkan dalam posisi tengkurap. Tentang stimulasi ini sebenarnya merupakan pelajaran baru buat saya. Selama ini saya pikir bayi bakal tengkurap sendiri. Ternyata bahkan di usianya yang masih beberapa minggu, bayi sebaiknya sudah harus dilatih untuk bisa tengkurap.Tak hanya soal tengkurap tentunya, untuk kemampuan yang lain juga perlu dilakukan stimulasi agar perkembangan bayinya tidak terhambat. Untuk bulan ke-3 ini, berat badan Yumna naik 900 gram menjadi 5,5 kg.

Usia 3-4 bulan

Satu minggu jelang usianya yang ke 3 bulan, masa cuti saya habis. Alhamdulillah saat itu saya sudah berhasil mengumpulkan sekitar 30 botol ASIP. Nah, karena Yumna termasuk banyak menyusunya, maka setiap harinya saya menyiapkan 6 botol ASIP untuk dia minum. Saya juga rutin pumping 2 kali selama di kantor dan pulang di jam makan siang untuk menyusui Yumna.

Saat usianya kurang lebih 3,5 bulan, Yumna sudah bisa tengkurap sendiri (horee!) Jadi di awal-awal masa bisa tengkurap, Yumna masih kesulitan mengangkat kepalanya. Pelan tapi pasti  kepalanya mulai bisa terangkat dan tangannya sudah mulai bisa menopang dadanya. Lucunya, setiap kali berhasil tengkurap, Yumna akan berusaha mengangkat pantatnya kemudian marah-marah bahkan kadang sampai nangis. Saya jelas bingung dong ini bayi maunya apa? Masa baru bisa tengkurap beberapa minggu sudah pengen duduk? Tapi mungkin bisa juga maksudnya dia ingin merayap tapi tak kunjung berhasil.

Di usia 3 bulan ini, Yumna juga sudah mulai bisa memegang baju saya saat sedang menyusui. Dia juga makin responsif jika diajak ngobrol. Saking responnya, Yumna bisa menghentikan kegiatan menyusunya jika mendengar orang tuanya ngobrol. Xixixixi. Untuk jam tidur, ini PR banget kayaknya. Sampai sekarang Yumna masih sulit diatur jam tidurnya. Siang kadang cuma 1 kali tidur siangnya dan malam susah banget diajak tidur 🙁 Semoga dengan semakin bertambahnya umurnya nanti, Yumna bisa lebih teratur tidurnya.

9 thoughts on “Perkembangan Yumna 0-4 Bulan

  1. Semangat terus mbak
    Saya sekarang juga masih menyusui kok. Masa di bawah 6 bulan memang berat karena si kecil masih bergantung sama kita, memang sebaiknya ada orang lain yang bisa dimintai tolong.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *