Narsisnya Laki-laki

“Laki-laki selalu menganggap dirinya adalah yang paling tampan di dunia,” begitu kata pemuda itu pada saya. Saat itu kami masih sama-sama kuliah di fakultas Teknik di universitas negeri di kota saya. Saya sendiri lupa topik apa yang membuat dirinya berkata begitu. Yang jelas kalimat yang diucapkan teman saya itu merupakan salah satu kalimat yang saya ingat hingga saat ini.

Bicara soal lawan jenis, biasanya laki-laki selalu mengatakan kalau perempuan adalah makhluk yang paling sulit dimengerti. Yah, sebagai perempuan saya pun mau tak mau harus mengakuinya.

Kami kadang kerap mengungkapkan keinginan kami secara tersirat, yang mana kadang salah diartikan oleh kaum pria. Kalau sedang memasuki masa-masa “libur”, kami akan berubah menjadi spesies yang sangat menakutkan. Dan jangan lupa dengan pertanyaan jebakan semacam, “Aku bagusnya pakai baju apa?”, atau “Aku gemuk nggak, sih?”. Haha. Saya yakin semua laki-laki pasti pernah menghadapi situasi dilematis seperti ini.

Balik lagi ke soal laki-laki tadi, kemarin mas Rifki, di salah satu jurnalnya, saat membalas komentar saya, menulis begini, “Memang agak berbeda antara laki-laki dan perempuan. tetapi hadits tersebut mungkin bisa juga dijadikan landasan kalau suami tidak boleh juga menceritakan kelebihan teman lelakinya kepada si istri sedemikian rupa πŸ˜€

Membaca komentar tersebut, saya pun membalas, “Emang ada gitu laki-laki yang memuji kelebihan laki-laki lainnya? Kok rasanya aneh yak?”

Tentunya bukan tanpa alasan jika saya dengan yakinnya menuliskan jawaban tersebut. Jawaban saya ini sebenarnya didasarkan pada kalimat yang diucapkan oleh teman kuliah saya itu, bahwa laki-laki selalu merasa dirinya adalah makhluk paling tampan di dunia. Tak peduli jika ada sosok lain yang fisiknya lebih menarik, mereka akan akan tetap merasa dirinya yang lebih tampan. Dengan kata lain, secara tersirat teman saya itu ingin menyatakan kalau laki-laki pada dasarnya tak suka memuji kelebihan laki-laki lainnya.

Ini tentunya berbeda dengan perempuan yang (setahu saya) kerap dilanda rasa tak percaya diri. Perempuan kerap bertanya tentang tubuhnya yang gemuk. Perempuan juga memerlukan waktu yang lama untuk berdandan. Bahkan bagi seorang perempuan yang sangat cantik pun, dia akan merasa ada sosok yang lebih cantik darinya. Berkaca dari hal ini, tentunya tidak salah dong jika saya mengatakan kalau ternyata sebenarnya laki-laki itu lebih narsis dari perempuan?

0 thoughts on “Narsisnya Laki-laki

  1. aku merasa aku adalah orang terburuk di dunia. udah jelek, item, miskin, bego, gak punya apa-apa lagi. jones dan item selalu jadi korban ejekan di dunia maya.

  2. Baru tahu istilah ini mbak. Cuman kalau dipikir2 ada benarnya juga. Tapi kalau sampai ada hadist yang menyatakan demikian berarti memang ada mbak. Entah budaya bangsa mana πŸ˜›

    • kalau yang hadits itu tentang ini, mbak : β€œJanganlah seorang istri menceritakan seorang perempuan lain lalu menyifati (kecantikan) wanita itu kepada suaminya seakan-akan ia (suami) melihatnya.” (HR. Bukhari 5240, dari hadits Abdullah bin Mas’ud).

      kalau yang tentang laki-laki merasa yang paling tampan itu murni kata2 teman saya πŸ™‚

  3. Menarik artikelnya Mbak…
    Terkadang laki-laki memuji juga laki-laki lain, tapi tidak di ungkapkan. Khususnya idolanya, seperti saya mengidolakan Vino G. Bastian, karena dia sering berperang “mbeling” dalam film yg dibintanginya. πŸ™‚

  4. laki-laki mana mau muji laki-laki lain, ego-nya terlalu tinggi untuk melakukan hal itu… πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *