Memilih Popok untuk si Kecil

Setelah melahirkan Yumna, kehidupan saya dan suami sebagai sebagai orang tua pun dimulai. Begadang dan kurang tidur menjadi menu baru dalam keseharian kami. Yumna, bayi kami yang usianya kini hampir 5 bulan termasuk bayi yang doyan begadang. Hingga usianya 3 bulan, tidurnya selalu di atas pukul 10 malam. Sebagai orang tua, kami pun berbagi tugas dalam mengurus si kecil. Untungnya suami saya tak sungkan untuk turun tangan. Saat saya tertidur karena kelelahan mengurus Yumna, misalnya, suami bersedia menggantikan saya begadang.

Di awal-awal kelahirannya, saya dan suami masih menggunakan popok kain untuk Yumna. Karena saya disibukkan dengan urusan menyusui, maka suamilah yang dengan sukarela mencuci popok kain yang jumlahnya menggunung setiap harinya. Setiap hari sebelum berangkat bekerja suami mencuci popok kotor untuk kemudian saya jemur jika sudah selesai menyusui Yumna di pagi hari.

Selama satu bulan saya dan suami setia menggunakan popok kain ini. Namun cuaca yang mulai berubah membuat saya dan suami mulai berganti haluan. Hujan turun berhari-hari dan popok si kecil pun habis. Maka mau tak mau kami pun membeli popok sekali pakai untuk menggantikan popok kain. Nah dalam memilih popok sekali pakai untuk anak, tentunya saya dan suami tidak mau sembarangan dong. Seperti yang kita tahu, kulit bayi itu sangat sensitif. Kalau salah pilih popok bisa-bisa kulitnya iritasi atau bahkan kena ruam popok. Duh saya kayaknya nggak sanggup ya melihat ada ruam-ruam di area kewanitaannya. Selain tak enak dipandang, si kecil pasti merasa tak nyaman dengan ruam-ruam ini yang ujung-ujungnya akan membuatnya lebih rewel.

Sebelum menentukan popok apa yang akan kami pakai, saya tentunya melakukan sedikit survey terlebih dahulu. Beberapa teman yang sudah memiliki anak menjadi sumber informasi saya dalam memilih popok. Selain itu, dalam memilih popok untuk Yumna, saya dan suami memiliki beberapa kriteria yang harus diperhatikan yakni :

  • Bahannya lembut di kulit bayi, ini penting karena kulit bayi yang halus masih sangat sensitif
  • Mudah menyerap cairan pipis, yang tentunya akan mengurangi resiko adanya iritasi dan ruam popok
  • Pas di tubuhnya, mengingat tubuhnya yang masih kecil, rasanya aneh saja kalau popoknya terlalu besar.

Saya dan suami pun mulai mencoba beberapa produk popok sekali pakai. Produk yang pertama bahannya lembut namun saat dipakai terlihat besar sekali. Sedangkan produk yang kedua bahannya agak kaku yang saya yakin tidak membuat nyaman anak saya. Saya dan suami pun akhirnya memutuskan untuk memakai popok Mamypoko untuk Yumna. Waktu itu tipe yang kami pilih adalah tipe perekat yang tentunya lebih mudah dipasangkan pada bayi baru lahir. Saat memeriksa bahan popoknya, saya rasakan Mamypoko ini memiliki permukaan yang lembut yang pastinya nyaman untuk bayi. Selain itu ukuran popok Newborn-nya juga tidak terlalu bulky untuk ukuran bayi baru lahir.

Selama memakai 4 bulan Mamypoko ini, alhamdulillah Yumna tidak pernah mengalami masalah seperti ruam popok. Popoknya juga cepat menyerap dan tetap kering sehingga nyaman dipakai selama berjam-jam. Setelah menggunakan popok sekali pakai ini, saya tak pernah lagi menggunakan popok kain. Selain karena praktis, saya juga tak sempat mencuci popok kainnya.  Meski begitu saya tentu tak lupa untuk mengganti popok Yumna setiap 4-5 jam sekali dan mengangin-anginkan tubuhnya selama beberapa menit sebelum menggunakan popok baru.

18 thoughts on “Memilih Popok untuk si Kecil

    • waa keren, winda. padahal aku tertarik pakai clodi tapi mikir-mikir lagi kayaknya tetap kd sanggup betapasnya 😀

  1. Tfs Mba, baby saya juga kalo malam pake diapers soalnya kasian kalo malam harus kebasahan suka kedinginan n ganggu ayahnya yang mau kerja hehe

  2. ah nama anaknya cantik sekali.. 😀
    sama mbak, saya juga paling suka mamipoko
    waktu anak saya masih pake popok, saya coba segala macam diaper, tapi entah kenapa yang paling cocok cuma mamipoko.. padahal udah coba diaper yg lebih mahal dari mamipoko, tapi ternyata tidak recommended hehe

  3. makasih mba sharingnya..mayan buat referensi secara bentar lagi anak saya lahir hehe… btw, kalo popok kain sehari bisa ganti berapa kali mba? 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *