Lebaran Tahun Ini

“Yan, lebaran ini kita ke Aluh-aluh aja gin, lah,” kata ibu saya jelang lebaran kemarin. Aluh-aluh adalah sebuah desa tempat nenek dan saudara-saudara ibu saya tinggal. Untuk mencapai ke sana, memerlukan waktu kurang lebih 2 jam. Biasanya saya dan ibu terlebih dahulu naik motor dan disambung naik klotok untuk bisa tiba di rumah nenek. Di masa kecil, saya kerap menghabiskan lebaran di sana. Namun sejak beberapa tahun terakhir, lebih seringnya saudara-saudara ibulah yang datang ke rumah kami.

“Ya, terserah Mama aja,” jawab saya pada ibu. Sudah cukup lama saya tidak merasakan hari pertama lebaran di rumah nenek. Selain itu, suami juga tidak mengagendakan mudik di tahun ini. Tambahan lain, almarhum ayah saya juga dimakamkan di kampung nenek. Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa ibu saya ingin berlebaran di kampung nenek

Sayangnya, di hari H, rencana tersebut berubah total. Beberapa hari jelang lebaran, kami mendapat kabar kalau nenek terjatuh saat hendak mandi. Meski sudah berusia 80 tahun dan fisiknya semakin menurun, nenek memang kadang melakukan aktivitasnya sendiri.

Dari kabar yang kami dapatkan malam harinya, ternyata setelah sadar dari pingsannya, nenek tak kunjung bisa membuka matanya. Nenek kemudian dibawa ke puskesmas desa untuk diperiksa. Sayangnya pihak Puskesmas tak bisa menangani kondisi nenek yang tak bisa membuka matanya. Atas rekomendasi mantri Puskesmas tersebut, akhirnya diputuskan untuk membawa nenek ke IGD di salah satu rumah sakit swasta di kota saya.

Setiba di IGD, saya langsung mendaftarkan nenek. Dokter kemudian langsung melakukan pemeriksaan awal. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter yang bertugas mengatakan kalau nenek terkena stroke dan ada kemungkinan pembuluh darah di kepalanya pecah. Dokter kemudian menawarkan agar nenek langsung dimasukkan ke ICU saja setelah dilakukan CT Scan pada bagian kepalanya.

Saya kemudian berinisiatif menanyakan biaya ruangan ICU di rumah sakit tersebut. “Empat juta perhari,” begitu jawaban yang saya dapat. Akhirnya, setelah berdiskusi kami putuskan untuk merawat nenek di kamar kelas 3 saja sambil menunggu hasil CT Scan.

Dengan kondisi beliau yang harus dirawat di rumah sakit, maka otomatis lebaran tahun ini lebih banyak kami habiskan di rumah sakit. Satu per satu anak-anak dan cucu-cucu nenek bergantian menjaga nenek di rumah sakit. Sayangnya, karena di kampung sedang musim panen, anak-anak dan cucu-cucu nenek tak bisa lama-lama menunggui nenek di rumah sakit. Untungnya saya dan ibu tinggal di kota sehingga masih bisa bergantian menjaga nenek.

Setelah hampir dua minggu dirawat, nenek akhirnya diperbolehkan pulang. Kondisinya sebenarnya tak jauh berbeda dengan saat pertama kali beliau datang. Beliau masih tak bisa membuka mata dan hanya bisa berbicara dengan pelafalan yang tak jelas. Dokter juga seingat saya tak memberikan kepastian apakah nenek bisa kembali normal atau tidak.

Setelah satu hari dirawat di rumah kami, oleh paman dan bibi saya yang tinggal di Aluh-Aluh, nenek pun dibawa kembali ke Aluh-Aluh. Di usianya yang sudah semakin senja ini, mungkin tak banyak yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan sakit beliau. Yang bisa kami lakukan saat ini hanyalah menjaga dan merawat nenek sebaik mungkin.

Oya, mumpung masih bulan Syawal ijinkan saya dan suami mengucapkan “Taqabalallaahumma wa Minkum. Selamat Idul Fitri 1436 H. Mohon maaf lahir dan batin.”

DSC_0034j
Foto lebaran pertama bersama suami

26 thoughts on “Lebaran Tahun Ini

  1. Ya Tuhan, turut prihatin dengan kejadian yang menimpa neneknya Mbak. Semoga bisa kembali seperti sedia kala, terus cepat sembuh :)). Selamat hari raya Lebaran juga ya Mbak, minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin, semoga kebahagiaan Lebaran tetap menaungi Mbak dan keluarga sekalian, meski dihabiskan di rumah sakit. Setuju Mbak, untuk orang tua yang sudah berusia lanjut, kita cuma bisa menjaganya sebaik mungkin :)).

  2. Semoga nenek Antung cepat sembuh, aamin.
    Aluh-aluh itu deket Sungai Barito ya. Disana masih luas kan sawahnya?
    Selamat lebaran idul fitri 1436 H, maaf lahir batin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *