Kisah Kamera Saku Hijau Toska

Kamera saku tersebut berwarna hijau toska, dibeli dengan harga dua juta, dengan kapasitas resolusi 7,2 MP. Selama bertahun-tahun kamera tersebut setia menemani pemiliknya mengabadikan puluhan momen. Mulai dari proyek pengawasan di kantor, hingga saksi perjalanan pemiliknya.

Lima tahu berlalu. Jika dulu ia selalu tersimpan di dalam tas ransel pemiliknya, maka sekarang letaknya ada di sebuah laci di kamar pemiliknya. Kehadiran sebuah ponsel dari produsen yang sama pelan tapi pasti menggeser posisi kamera saku itu. Dengan kapasitas resolusi yang sama, kamera pada ponsel lebih sering digunakan. Selain karena hasil fotonya lebih tajam, foto pada ponsel juga bisa langsung diunggah ke sosial media.

Sebenarnya, pemiliknya akhir-akhir ini merasa tak enak juga dengan si kamera hijau toska. Meski sudah berumur, kamera hijau toska masih memberikan gambar yang bagus. Karena itu sesekali pemiliknya mengisi listrik pada baterai kamera hijau toska. Kadang juga ia membawanya saat dirinya melakukan perjalanan singkat. Namun tetap saja, selama ada ponsel di tangan si pemilik, si kamera saku tetap tersingkir.

“Aku sudah cukup lama menemani pemilikku. Mungkin memang sudah saatnya diriku pensiun,” begitu mungkin kata kamera hijau toska saat melihat pemiliknya lebih banyak memotret dengan kamera ponselnya. Dia tak mungkin iri pada si ponsel. Selain karena si ponsel berasal dari tempat yang sama dengannya, si ponsel juga memiliki beberapa kelebihan yang tak ia miliki.

Saat ini, yang bisa dilakukan kamera saku hijau toska hanya menunggu. Ia beruntung si pemilik belum berniat menggantinya dengan kamera berhidung mancung atau yang resolusinya lebih besar. Setidaknya masih ada kemungkinan si kamera hijau toska akan digunakan kembali. Entah itu untuk sebuah momen tertentu, atau dalam perjalanan pemiliknya. Tentu saja mungkin nanti si ponsel akan lebih diutamakan. Namun tentu pasti akan ada waktunya si ponsel kehabisan daya karena terlalu sering digunakan dalam mengabadikan gambar. Saat itulah si kamera saku bisa memperlihatkan kembali kegunaannya.

23 thoughts on “Kisah Kamera Saku Hijau Toska

  1. …or maybe the camera will be given to another person. A person who can appreciate it more than the present one. A person who will never abandon her even for the whole treasure on Earth. A person who will always love and cherish her till death do them part.

    ….looks like I get a little carried away…

  2. Disimpan aja. Tapi tetap dijaga dan dirawat. Suatu hari akan jadi benda klasik. Btw, 2 minggu lalu saya baru aja beli kamera poket, 20 MP. Harganya? Sejuta.
    Kameramu mahal ya, Yan 🙂

    • ya kan belinya sekitar tahun 2010 gitu. masih rada mahal. kalau sekarang harga kamera sudah turun banget. kadang suka nyesek gimana gitu kalau ngebandingin harga kamera 😀

  3. Kapasitas 7,2 MP (mega pixel), seharusnya kapasitas itu bukan MP satuannya, tapi MB (mega Byte) atau GB (Giga Byte), kalau MP itu satuan untuk ‘resolusi’, bukan ‘kapasitas’ 😀 hehe

  4. dirumah.merk can** walo ukurannya bs masuk saku juga 14.1 mp. masih kepake buat jalan jalan:D krn kualitas zoom nya ok bgt.belum tersingkirkan.lagi nabung buat si hidung mancung juga hehe..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *