Killer Soft Bread

Ibu saya adalah pembuat kue. Sehari-hari beliau berkutat dengan tepung terigu, gula, telur dan aneka bahan lainnya yang diperlukan untuk membuat kue. Kegiatan ini sudah dilakoninya sejak saya masih duduk di bangku SMA. Kegiatan yang bagi saya melelahkan karena sangat menyita waktu tidur malam dan memakan jatah bersama anak di siang hari. Hal inilah yang kemudian membuat saya bertekad untuk tak mengikuti jejak beliau membuat kue-kue.

Namun setelah menikah, saya mulai berubah. Dimulai dari keberhasilan membuat pizza, saya pun mulai menemukan kesenangan dalam memasak beberapa jenis roti. Obsesi roti, begitu kata mbak Endang dalam blog JTT miliknya. Alhamdulillah-nya, suami ternyata menggemari roti bikinan saya. Jadilah selama beberapa waktu terakhir, hari Sabtu dan Minggu saya habiskan untuk mencoba membuat beberapa jenis roti seperti pizza, roti manis, roti burger, dan yang terbaru killer soft bread.

Untuk Killer Soft Bread ini sendiri, saya membacanya di blog Bunda Nina. Berikut adalah resep yang disebutkan di blog tersebut:


KILLER SOFT BREAD
by Victoria Bakes

Bahan :
260 gr tepung terigu protein tinggi
30 gr gula pasir
3 gr ragi instan
1 butir telur yang ditambah susu cair hingga berat 160-180 gr (saya 170 gr)
30 gr butter / margarin
sejumput garam

Olesan :
1 butir telur
3 sdm susu cair

Cara Membuat :
1. Campurkan tepung terigu, gula pasir dan ragi instan hingga tercampur rata.
2. Masukkan campuran telur dan susu, uleni hingga kalis kemudian tambahkan butter dan garam. Uleni kembali hingga kalis dan elastis.
3. Bagi adonan (saya timbang @50 gr), diamkan selama 10 menit.
Beri isian sesuai selera.
4. Tata adonan di loyang yang sudah dioles tipis margarin / minyak sayur dan diamkan hingga mengembang 2x lipat. Saya tadi proofing selama kurang lebih 30 menit sudah mengembang tinggi.
5. Oles dengan bahan olesan dan beri topping bila suka, panggang dengan suhu 170’C selama kurang lebih 30-40 menit.
6. Keluarkan dari oven, panas-panas olesi dengan butter. Siap dinikmati.

Penasaran dengan resep tersebut, saya pun mencoba membuat Killer Soft Bread ini. Berhubung di rumah tidak ada tepung terigu protein tinggi, saya kemudian menggunakan tepung terigu protein sedang. Untuk margarin juga, saya hanya menggunakan merk Amanda. Adapun untuk susu cair, saya membuatnya dari susu bubuk dicampur air sebanyak kurang lebih 150 ml (didapat dari cookpad).

Nah, ini entah karena pengaruh tepungnya, takaran 150 ml susu cair ini membuat adonan saya menjadi encer dan lembek. Beberapa kali saya tambahkan sedikit tepung di adonan agar ia bisa kalis dan tidak lengket lagi si tangan.. Khawatir nanti rotinya menjadi keras, akhirnya saya putuskan berhenti menambahkan tepung setelah adonan dirasa cukup elastis. Belakangan saya kemudian mengetahui salah satu trik untuk membuat adonan roti gampang diuleni adalah dengan mengolesi tangan dengan minyak atau menambahkan sedikit susu cair pada adonan roti.

Setelah adonan mengembang, saya pun langsung mengeksekusi adonan roti. Untuk kali ini, suami turun tangan dalam proses pembentukan roti. Untuk hasilnya sendiri, menurut saya agak sedikit hambar dan teksturnya cukup miriplah dengan foto-foto yang berseliweran di blog para foodblogger.

Saturday cook : killer soft bread yang kayaknya masih perlu latihan lagi

A post shared by Antung Apriana (@ayanapunya) on

 

44 thoughts on “Killer Soft Bread

  1. Sayang saya membuka postingan ini di kantor jadi tak bisa melihat fotonya :hehe. Tapi apa bedanya killer soft bread ini dengan roti-roti biasa? Jadi penasaran dengan rasanya, mudah-mudahan suatu hari bisa mencoba :amin.

    • wah, diblok juga ya instagramnya. kalau dilihat di youtube sih killer soft bread ini rotinya teksturnya memanjang gitu. trus empuk banget rotinya. kalau versi saya masih agak keras. he

  2. emang gitu ya mba, lembek. titin pikir titin yg salah resep.
    kmaren pas baca postingan org emg pd lembek dan ditambahin terigu smp 5 sendok.

    tapi saking lembeknya, titin mah ga bisa ngebentuk heu..

  3. Itu keren Kak, “berawal dari kesuksesan bikin Pizza”. Kita seringkali butuh berhasil dalam langkah pertama baru terpicu melangkah lebih jauh πŸ™‚

  4. waaaah… Yan… hebat euy bisa bikin roti…

    Aku juga pengen bisa sih…pengen bisa masak jugaa… tapi aku mah apa yang bisa kalau yng berhubungan sama masak2 gitu, wkwkk *tepok jidat

  5. Ada banyaaak hal yang menyenangkan nggak sih mbak dari masak? aku kadang suka bereksperimen nyobain resep-resep masakan loh, walaupun sering gagal juga sih -_- wkwkwkw

    Aaaaakh lumayaaan ah mbak itu πŸ˜€ tampilaaaannya enak :3 boleh icip dooong πŸ˜€

  6. problem saya kok mirip ya. Adonan gak mau kalis. Lengket terus, padahal sudah ditambah tepung. Akhirnya saya tambah minyak, tapi di adonan. Bukan di tangan. Agak berkurang lengketnya, tapi lembek banget, gak bisa dibentuk alias mbleber (apa itu bahasa Banjarmasinnya???) . Sudah begitu, nunggu ngembangnya sampai hampir 2 jam. Itu pun belum terlalu ngembang. Karena sudah ngantuk akhirnya masuk oven saja lah. apa yang terjadi terjadilah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *