Karyawan Tetap, BSC dan Mutasi

“Pak, ini gambarnya sudah saya buat. Bisa minta tolong kasih koreksi, tidak?” Ujar saya pada salah satu karyawan senior yang satu divisi dengan saya. Saat itu beliau sedang berdiskusi dengan sesama rekan kerja.

Pria berusia pertengahan tigapuluhan itu kemudian mengamati gambar yang saya buat dengan seksama. “Ini sudah benar gambarnya. Tapi ini yang ini keterangannya diganti jadi eksisting,” kata beliau sambil menunjuk pada salah satu tulisan di gambar rencana saya.

Baru saja pria pertama selesai memberi koreksi, pria yang satu lagi kemudian menambahkan, “Ini yang stub flange diganti giboult joint aja. Soalnya tidak ada valve di pipa itu,” begitu kata beliau. Rupanya beliau juga turut memperhatikan gambar yang saya serahkan sebelumnya. Saya hanya manggut-manggut mendengar koreksi-koreksi yang diberikan pada saya. Setelah selesai saya pun kembali ke meja dan mengoreksi kembali gambar yang telah saya buat.

***

Satu tahun lebih sudah saya bekerja sebagai staf perencana di perusahaan sekarang. Mulai dari masih berstatus honor hingga kini sudah diangkat menjadi pegawai tetap. Di awal-awal masa kerja, saya mendapat tugas untuk membuat perencanaan prasarana perusahaan dan tidak dibebani dengan target (karena masih berstatus honor). Karena memang aslinya latar pendidikan saya di bidang itu, maka alhamdulillah tidak ada masalah berarti dalam pengerjaannya.

Nah, untuk tahun 2015 ini, saya sudah mendapat beban kerja yang disebut Balance Score Card (BSC). Selain itu juga untuk perencanaan pipa sudah mulai dilimpahkan pada saya. Untuk divisi tempat saya ditempatkan, BSC karyawan dihitung dari banyaknya desain perencanaan yang dibuatnya dalam satu tahun. Namun kabarnya, untuk tahun 2015 ini, sistem perhitungan BSC akan diubah menjadi per target jam kerja. Sistem mana yang akan digunakan, saya masih menunggu kabar dari supervisor saya.

Tentang perencanaan pipa sendiri, jujur saya benar-benar buta dengan pekerjaan tersebut. Saat masih kuliah dulu, saya rasanya tidak mendapat dasar perencanaannya. Selain itu, perencanaan pipa ini perlu pengalaman di lapangan yang cukup. Setiap jenis pipa memiliki aksesoris yang berbeda-beda. Perlakuan saat pemasangannya pun berbeda-beda. Ada yang harus dilas, ada juga yang disambung dengan baut, dan berbagai sistem pemasangan lainnya yang harus dibuat catatannya bagi pemula seperti saya.

Tentang perusahaan sendiri, selama setahun terakhir sudah dua kali dilakukan mutasi antar departemen. Supervisor saya termasuk dalam salah satu yang mendapat SK mutasi tersebut. Tak hanya itu, bahkan para pegawai yang masih berstatus calon karyawan pun ada yang mendapat SK mutasi. Entah apa yang mendasari mutasi yang dilakukan ini. Pihak manajemen (tingkat atas) tentu memiliki pandangannya sendiri terhadap kinerja para karyawan. Selain itu mereka juga pasti memiliki tujuan yang baik di balikΒ  setiap perubahan kebijakan yang dilakukan perusahaan. Saya sendiri selalu berharap agar tidak mendapat SK mutasi hingga benar-benar menguasai bidang di divisi tempat saya berada saat ini.

0 thoughts on “Karyawan Tetap, BSC dan Mutasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *