Kado Pernikahan dari Femina

image

Siang hari di hari Jum’at, tepat dua hari setelah pernikahan, sebuah pesan singkat masuk ke ponsel saya.

Siang, Antung. Saya Rahma dari Femina. Ingin mengonfirmasi apakah cerpen Dapur Nyonya Monika adalah karya asli Anda dan sudah pernah dimuat di media lain? Jika belum femina berniat memuatnya, mohon dikabari segera ya. Terima kasih.

Begitu membaca pesan tersebut, saya langsung terlonjak. Segera saya mengecek kembali apakah cerpen tersebut semat saya posting di blog atau saya kirim ke media lain. Setelah yakin kalau cerpen tersebut tidak pernah saya publikasikan atau saya kirim ke media lain, saya pun mengirim balasan ke pihak Femina. Tak lama, saya kembali mendapat balasan kalau pihak Femina akan mengirimkan email berisi lampiran surat konfirmasi keaslian naskah kepada saya.

Lima hari berselang, email yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dalam email tersebut diberitahukan kalau cerpen saya akan dimuat pada Femina edisi 23 yang akan terbit pada tanggal 4 Juni 2015. Dengan noraknya saya pun mengumumkan isi email yang dikirim tersebut ke media sosial yang saya miliki. Yah, kali aja kan ada yang minat baca langsung cerpennya dari majalah πŸ™‚

11038575_10203878446711043_783358601012881537_n

Dapur Nyonya Monika sendiri adalah cerpen kedua saya yang diterbitkan oleh Femina. Cerpen pertama saya, Teman Seperjalanan dimuat sekitar 3 tahun yang lalu, pada Femina edisi 33 tahun 2012. Jujur saya nyaris tidak percaya akhirnya bisa nampang lagi di majalah bergengsi ini. Sebelumnya, saya pernah mengirim naskah gado-gado yang ternyata ditolak. Beberapa cerpen lain yang saya kirim ke Femina juga tak ada yang layak muat. Namun rupanya Allah kemudian memberi kejutan dengan dimuatnya cerpen saya yang satu ini.

Cerpen ini sendiri terinspirasi dari salah satu adegan dari film The Hundred Foot Journey yang saya tonton beberapa waktu yang lalu. Dalam film tersebut, diceritakan salah satu tokohnya, Madam Mallory, yang mampu mengetahui kemampuan masak seseorang hanya dari omelet buatannya. Dari situlah saya kemudian membuat cerpen Dapur Nyonya Monika dan mengirimkannya ke redaksi Femina di akhir Maret lalu. Kalau kata suami sih, cerpen saya berhasil dimuat karena endingnya yang bikin penasaran. Heu.

Berhubung kabar dimuatnya cerpen saya ini datang tepat setelah saya melangsungkan pernikahan, maka tentulah tidak salah jika saya mengatakan kalau ini adalah sebuah kado pernikahan dari Femina untuk saya. Selain itu, ini juga menjadi satu bukti kalauΒ Allah memang membuka pintu rezeki bagi mereka yang menikah :).

NB: Bagi yang mau baca cerpennya bisa lihat di Femina terbaru yaa πŸ™‚

0 thoughts on “Kado Pernikahan dari Femina

  1. Wow, selamat ya Mbak. Keren banget bisa menembus Femina, cerita ini pastinya sebuah cerpen yang hebat sekali :)). Jadi penasaran buat segera membaca :hehe.

  2. selamat Yana, cerpen dimuat jadi kado pernikahan spesial ya
    semoga juga jadi keluarga sakinah ma waddah wa rohmah
    salam kenal juga ya

  3. Kl beli majalah ini yg saya baca setelah kolom gado-gado adalah cerpennya yg selalu mnarik.
    Salaam kenal mbak, selamat untuk pernikahannya & cerpennya yg dimuat di Femina πŸ™‚

  4. wah, selamat ya mbak! sepertinya aku pernah baca cerpen ini tahun lalu πŸ˜€ tapi udah nggak ingat lagi sama ceritanya… soale kebanyakan baca cerpen mbak πŸ˜€ dan film The Hundred Foot Journey itu salah satu film favoritku mbak πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *