Cinta yang Menyakitkan

Saya baru saja selesai menonton Good Doctor, sebuah drama Korea yang bercerita tentang seorang dunia kedokteran. Adalah Park Shi On, seorang dokter dengan Savant syndrom yang menjalani masa residennya di sebuah rumah sakit di Korea. Meski terbilang jenius, kondisinya yang berbeda dari orang kebanyakan membuat Park Shi On mengalami sedikit kesulitan dalam menjalankan pekerjaanya. Dia kekanak-kanakan dan kadang bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Situasi ini membuat keberadaan Park Shi On sulit diterima. Beruntung Park Shi On memiliki senior sebaik Dr. Cha Yeon Seo yang selalu memperlakukannya dengan baik.

Meski dalam drama ini cerita terpusat pada Park Shi On dan upayanya membuktikan dirinya pantas menjadi seorang dokter, namun ada hal lain yang membuat saya sangat penasaran dengan drama ini. Hal itu adalah hubungan antara Dr. Cha Yeon Seo dengan seniornya Dr. Kim Do Han. Dalam drama tersebut digambarkan kalau sejak awal masa residennya Dr. Cha sudah menyukai Dr. Kim dan bahkan nyaris mengungkapkan perasaannya. Namun karena kemudian Dr. Kim berpacaran dengan putri pemilik rumah sakit, Dr. Cha akhirnya memilih untuk melupakan perasaannya. Sebuah hal yang pastinya tak mudah mengingat mereka berada dalam departemen yang sama.

Karena sebuah hal, hubungan Dr. Kim dan kekasihnya sedikit merenggang. Di saat itu, Dr. Kim kerap menghabiskan waktunya dengan Dr. Cha hanya untuk berbagi cerita. Dari beberapa kali obrolan tersebut diketahuilah kalau Dr. Kim sebenarnya mengetahui perasaaan Dr. Cha padanya. Nah, yang membuat saya penasaran, bagaimanakah sebenarnya perasaan Dr. Kim pada Dr. Cha? Apakah ada sedikit saja rasa suka dalam hatinya pada juniornya itu? Ini mengingat di saat hubungannya bermasalah dengan sang kekasih, Dr. Kim sempat menghabiskan waktunya dengan Dr. Cha. Lalu bagaimana perasaan Dr. Cha saat Dr. Kim mengajaknya makan bersama? Apakah ia berpikir ini adalah kesempatannya untuk mendapatkan hati Dr. Kim? Sayangnya, hingga akhir cerita rasa penasaran saya ini tak terjawabkan. Dr. Cha akhirnya jatuh cinta pada Dr. Park, sementara Dr. Kim kembali bersama dengan kekasihnya.

Dalam dunia nyata sendiri, hal seperti ini kerap terjadi. Ada yang jatuh cinta pada rekan kerja atau sahabat sendiri, hingga mencintai seseorang yang sudah memiliki pasangan. Jatuh cinta pada sahabat sendiri kadang menjadi masalah karena bisa merusak persahabatan. Sedangkan mencintai orang yang sudah memiliki pasangan kadang menghadirkan rasa bersalah dalam hati kita. Dalam menghadapi cinta yang seperti ini, ada yang memilih mengungkapkan rasa cintanya, ada pula yang memilih menyimpannya dalam diam. Bagi yang memilih untuk mengungkapkan perasaannya, mungkin akan terasa lebih lega. Namun bagi mereka yang memilih menyimpan, pasti akan merasa cukup menderita sebab hanya bisa memandang orang yang dicintainya. Bahkan dalam sebuah drama Korea yang lain dikatakan kalau cinta yang paling menyedihkan itu adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan 😀

Cinta memang tak melulu indah. Kadang ia juga bisa menyakitkan. Dalam sebuah percakapannya dengan sesama residen, Dr. Park berkata bagaimana ternyata cinta yang mulanya dianggap sebagai penyembuh ternyata bisa juga menyakitkan. Sang teman kemudian membesarkan hati Dr. Park dengan berkata, “Cinta yang menyakitkan itu seperti disinfektan. Awalnya benar-benar menyakitkan. Tapi kemudian bisa menyembuhkan luka dengan baik. Pada akhirnya, cinta yang menyakitkan juga menyembuhkan. Jadi, walau menyakitkan, kertakkan gigimu dan bertahan.”

Saya sedikit banyak setuju dengan kata-kata dokter tersebut. Bagaimanapun menyakitkannya, cinta tetaplah cinta. Dan cinta yang menyakitkan kadang bisa memberikan kekuatan baru bagi kita. Entah itu dalam bentuk patah hati, atau cinta yang bertepuk sebelah tangan.

37 thoughts on “Cinta yang Menyakitkan

  1. HAHAHHAHHAHAa, 2 kalimat terakhirnya nampol banget 😆

    Belum pernah nonton serial ini, dan lama sekali ga nonton serial Korea. Lagi demen nonton dorama Jepang nih

  2. kayakna di drama korea nih rancak ada yang kaya itu ka lah. Orang2 baik yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Kaya di Prime Minister and I tuh… Btw, ulun lagi nonton It’s okay, that’s love. Tentang dokter jua, tapi dokter jiwa 😀

  3. pernah nonton sekilas pas tayang di tv
    enakan nontpn yang berbahasa korea terus ada subtitle nya ya..kalo didubbing jadi gimana gitu
    cinta yang menyakitkan itu jika pacaran terus cowonya posesif..hueee

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *