[Review] Snackit Pia 100 Kacang Hijau

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah postingan seorang blogger yang menyebutkan sebuah website yang menawarkan produk-produk untuk direview anggotanya. Situs tersebut adalah www.yukcoba.in. Penasaran, saya pun mendaftar di situs tersebut. Saat mendaftar, saya cukup dibuat tertarik dengan penawaran-penawaran yang diberikan oleh website yukcoba.in ini. Berbagai produk seperti makanan, kosmetik hingga produk untuk bayi ditawarkan untuk direview oleh anggotanya. Saya pun mencoba peruntungan dengan mendaftarkan nama pada produk-produk yang ditawarkan. Agar bisa terpilih menjadi salah satu reviewer, saya harus memberikan alasan mengapa saya pantas untuk mendapatkan produk tersebut.

Setelah beberapa kali mencoba, alhamdulillah nama saya pun terpilih sebagai salah satu reviewer. Produk yang akan dikirimkan berupa snack bernama Snackit Kue Pia 100 rasa Kacang Hijau. Sebagai ibu menyusui yang perlu banyak asupan makanan, produk yang akan dikirimkan ini tentu saja sangat bermanfaat untuk saya. Terlebih lagi dalam komposisinya ada kacang hijau yang diketahui bergizi tinggi dan memiliki banyak manfaat bagi ibu menyusui.

Read More »

Cerita Di Balik Migrasi ke Top Level Domain

gambar : Pixabay

Sejak awal ngeblog, sebenarnya saya sudah bercita-cita untuk bisa memiliki blog berakhiran dotcom. Kala itu yang ada di pikiran saya keren aja kalau bisa punya blog dengan akhiran dotcom ini. Saya belum mengerti tentang monetize dan hal-hal lain yang saat ini mungkin menjadi alasan orang-orang menjadikan blog gratisannya menjadi Top Level Domain. Yah, waktu itu memang kayaknya dunia blogger belum semenjanjikan sekarang, jadilah saya ngeblog murni karena ingin mengeluarkan isi di kepala.

Seiring dengan semakin banyaknya teman-teman dunia maya yang mengganti blog gratisannya menjadi blog berbayar, keinginan saya untuk bisa pun semakin menguat. Sayangnya dengan alasan membuat blog TLD itu mengeluarkan biaya, akhirnya saya putuskan untuk tetap setia dengan blog gratisan. Selain itu, saya juga khawatir tidak akan bisa konsisten menulis saat sudah memiliki blog TLD nanti.

Setelah berbulan-bulan bersemedi, akhirnya saya pun bulat memutuskan untuk berpindah dari blog gratisan ke blog berbayar. Karena saya menggunakan blog wordpress, otomatis saya harus menyewa hosting terlebih dahulu baru bisa membeli domain. Bisa sih sebenarnya saya pindah haluan ke blogspot yang tak memerlukan hosting. Tapi yah saya sudah nyaman ngeblog di wordpress ini. Mau nggak mau harus rela bayar lebih deh.

Read More »

5 Film Bertema Penulis

Beberapa waktu yang lalu saya menonton film Genius yang dibintangi oleh Jude Law dan Colin Firth. Film ini bercerita tentang hubungan seorang penulis dengan editornya. Setelah menonton film ini, saya jadi ingat beberapa film lain yang juga bertemakan dunia kepenulisan yang sudah saya tonton. Beberapa diambil dari kisah nyata, namun ada juga yang murni kisah fiktif. Berikut adalah beberapa film berlatang belakang dunia penulis yang sudah saya tonton tersebut:

Genius (2016)

 

Thomas Wolfe, adalah seorang penulis muda yang sedang berusaha menerbitkan novelnya. Ia mengirimkan naskahnya kepada Max Perkins, seorang editor yang mengorbitkan F. Scott Fitzgerald dan Ernest Hemingway. Meski naskahnya super tebal, namun Perkins dengan insting editornya tetap berniat untuk menerbitkan tulisan Wolfe. Dengan bimbingan Max, Tom pun berhasil menerbitkan novel perdananya yang laris di pasaran.

Genius merupakan film yang menarik karena melalui film ini, saya diperlihatkan bagaimana hubungan seorang editor dengan penulisnya. Max Perkins sendiri dalam film ini digambarkan sebagai seorang editor yang cukup sabar dalam menghadapi Tom yang. Hal lain yang membuat saya berdecak kagum juga adalah bagaimana seorang editor bisa sanggup membaca naskah ratusan lembar. Pantas saja ya nggak banyak editor yang jadi penulis. Mereka terlalu sibuk memeriksa naskah sehingga naskahnya sendiri terbengkalai.

Read More »

Review Claire’s Breastpump

Bagi ibu menyusui yang bekerja, pompa ASI jelas merupakan salah satu alat tempur yang penting untuk dimiliki. Saya sendiri sejak kehamilan memasuki trimester dua sudah mulai melakukan survey terhadap pompa ASI ini. Tahu sendiri kan harga pompa ASI nggak bisa dibilang murah. Waktu itu sih pengennya beli pompa ASI sekelas Medela. Lucunya saat menanyakan harga dari pompa yang diincar, penjaga toko malah menawarkan merk lain.

“Pompa Claire’s bagus juga lho, Mbak,” begitu kata gadis muda tersebut pada saya.

“Oh ya? Banyak yang beli ya?” tanya saya lagi.

Gadis penjaga toko tersenyum menganggukkan kepalanya. Sayangnya karena memang belum yakin ingin membeli pompa yang mana akhirnya saya hanya menganggukkan kepala seraya meninggalkan toko bayi tersebut.

Setelah melahirkan, karena masih tak bisa kemana-mana saya minta tolong suami membelikan pompa ASI. Pada suami saya minta untuk membeli merk Pigeon. Saat pulang, dia malah membawa pompa ASI Claire’s manual. “Harganya lebih murah,” katanya seraya memperlihatkan struk pembelian. Di sana tertera angka sekitar 135.000 rupiah.

Read More »

[Review] Just Miss Ultimatte Lip Cream No. 12

“Aku beli lipstik baru, nih!” kata adik perempuan saya saat ke rumah beberapa waktu lalu. Saat itu dia baru pulang dari mall sambil menunjukkan beberapa buah lipstik yang baru dibelinya. Just Miss, merk lipstik itu, sebuah merk kosmetik lokal yang dikenal karena harganya yang sangat terjangkau.

“Wih Just Miss lip cream. Sudah ada, yak? Berapaan?” tanya saya saat melihat barang yang dibawanya. Ada 3 buah kalau tidak salah. Saya sendiri juga memiliki beberapa produk Just Miss berupa lipstik dan pensil alisnya. Nah, kalau jenis lipstik terbaru ini saya baru tahu dari baca komentar di Youtube Beauty Vlogger kesayangan. Dari yang saya lihat di review para beauty vlogger, warna yang dikeluarkan Just Miss Ultimatte Lip Cream ini cantik-cantik.

“Tiga puluh ribuan aja,” jawab adik saya. Ia kemudian memulas salah satu lipstik yang dibelinya tersebut.

“Wah, bagus tuh warnanya,” kata saya saat melihat hasilnya. Saya pun ikut mencoba lipstik yang dikenakan adik saya, dan ternyata warnanya juga bagus di bibir saya.

“Mau nitipkah?” tanya adik saat melihat saya begitu antusias dengan lipstik di tangan saya.

“Iya, dong. Nanti kalau kamu ke DM lagi aku titip, yak,” kata saya kemudian.

Read More »