Menginap di Hotel Four Points Sheraton Makassar

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat tugas dinas untuk mengikuti pameran IWWEF (Indonesia Water Wastewater Expo and Forum) yang diadakan di kota Makassar. Berhubung anak saya masih berusia 8 bulan, saya pun meminta izin untuk mengajaknya serta dalam tugas dinas ini. Alhamdulillah permintaan saya dikabulkan. Jadilah kemudian saya berangkat ke Makassar bersama anak dan suami, tentunya dengan biaya tiket dan kamar yang saya tanggung sendiri.

Dalam mengikuti acara ini, pihak kantor saya mengutus 17 orang untuk bertugas menjaga stand perusahaan dan mengikuti beberapa seminar yang dilaksanakan selama IWWEF berlangsung. Karena hotel tempat acara diadakan sudah penuh, maka beberapa orang diinapkan di hotel yang terletak tak jauh dari pusat acara. Saya sendiri beserta beberapa karyawan yang lain menginap di tempat IWWEF berlangsung, yakni Hotel Four Points Sheraton Makassar.

Hotel Four Points Sheraton Makassar merupakan salah satu hotel bintang 4 yang terletak di Jl. Landak Baru No.130, Banta-Bantaeng, Rappocini, Kota Makassar. Saat pertama kali tiba di hotel, saya disambut oleh lobby yang sangat luas dengan banyak kursi di dalamnya. Bagi yang ingin duduk-duduk santai lobby ini termasuk nyaman sekali. Oh, ya, sebelum memasuki pintu hotel, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan atas barang bawaan kita.

Read More »

Mengunjungi Kebun Binatang Ragunan

“Kita jadi kan ke Ragunan?”tanya saya pada suami saat kami berada di Tangerang beberapa waktu lalu.

“Iya, jadi. Nanti kita berangkat Sabtu aja biar nggak terlalu penuh tempatnya,” jawab suami pada saya.

Saya langsung tersenyum mendengar jawaban tersebut. Sejak awal sebelum keberangkatan kami ke rumah mertua, saya memang berencana mengunjungi salah satu tempat wisata yang ada di sekitar Tangerang. Saking semangatnya, saya sampai googling beberapa tempat yang bisa dikunjungi di daerah Tangerang Selatan. Sayangnya mengingat waktu yang singkat serta kondisi kami yang membawa bayi, saya harus menentukan prioritas. Dan kata suami, Ragunan adalah tempat wisata terdekat yang bisa kami jangkau. Yoweslah yang penting saya bisa mengajak si kecil jalan-jalan.

Sabtu pagi, dengan menggunakan jasa taksi online, saya, suami, ibu dan bapak mertua plus adik ipar pun berangkat. Sesuai namanya, Kebun Binatang Ragunan ini berlokasi di daerah Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Luasnya sekitar 140 hektare dan menampung ratusan spesies binatang. Setelah beberapa puluh menit, akhirnya kami tiba di pintu barat Kebun Binatang Ragunan. Suami langsung membayar biaya perjalanan. Kalau tidak salah biaya dari rumah mertua hingga tiba di pintu timur Ragunan saat itu adalah Rp. 50.000,-.

Read More »

5 Hotel yang Ingin Saya Kunjungi di Banjarmasin

Akhir-akhir ini cukup sering saya membaca postingan review hotel dari para rekan blogger. Review hotel ini entah karena ada urusan pekerjaan, sekadar staycation, hingga memang kerja sama dengan pihak hotel. Sebagai pembaca, tentu saja saya langsung tertarik (ngiler) membaca review-review tersebut. Apalagi kalau hotel yang direview tersebut termasuk hotel yang berkelas.

Nah, berhubung masih belum ada rezeki untuk menikmati fasilitas hotel, maka saya putuskan untuk membuat list hotel yang ingin saya kunjungi di kota saya, Banjarmasin. Untuk mengetahui informasi dari hotel-hotel ini, saya menggunakan aplikasi Traveloka. Sebenarnya saya juga sempat mencoba beberapa aplikasi lain. Tapi kayaknya saya lebih condong ke Traveloka untuk urusan pesan-memesan pesawat dan hotel online ini.

Di Banjarmasin sendiri, saat ini sudah cukup banyak hotel yang berdiri. Berhubung hotelnya di dalam kota sendiri, maka pastilah saya ingin mengunjungi hotel yang benar-benar menarik untuk dikunjungi. Entah itu dari segi lokasi atau juga fasilitasnya. Nah, berikut adalah daftar hotel yang ingin saya kunjungi di Banjarmasin.

Read More »

Sejenak Mengenang Bandung

Tahun 1992 adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di kota Bandung. Saat itu almarhum Abah mendapat kesempatan untuk belajar di kota kembang tersebut selama kurang lebih sembilan bulan. Karena tak ingin terpisah jauh dari keluarga, Abah memboyong serta istri dan kedua anaknya.

Sebuah rumah di jalan Suka Ati menjadi tempat kami tinggal selama di Bandung. Selain kami ada beberapa keluarga lain juga yang indekos di rumah itu. Pemiliknya sendiri merupakan seorang wanita paruh baya yang kerap kami sebut Emak. Di rumah itu, emak tinggal bersama beberapa putranya yang kemudian sudah kami anggap seperti keluarga sendiri.

Masa-masa saya tinggal di Bandung sendiri terbagi dalam dua periode. Periode pertama adalah tahun 1992 seperti yang saya sebutkan di atas. Adapun untuk periode kedua saya jalani saat Abah saya kembali melanjutkan studi Metrologinya di tahun 1995. Saat itu lagi-lagi kami tinggal di kontrakan yang sama dan komplek sekolahan yang sama yang yang saya masuki sebelumnya, yakni SD Pasir Kaliki.

Read More »

Jelajah Pasar Tradisional

Setelah resmi menyandang status sebagai seorang istri, salah satu kegiatan yang saya jalankan adalah menyiapkan makan untuk suami tercinta. Mungkin ada yang mengatakan kalau menyiapkan makan itu sebenarnya bukan tugas istri. Namun di mata saya, ini adalah salah satu cara untuk meraih ridho suami plus juga menghemat pengeluaran 😀

Berhubung masih tinggal bersama di rumah ibu saya, maka bahan-bahan keperluan memasak dibeli oleh ibu saya. Namun ada kalanya juga saya sendiri yang harus turun ke pasar untuk membeli lauk pauk sehari-hari. Misalnya saat ibu menginap di rumah nenek selama beberapa hari. Salah satu keuntungan dari ditinggal selama beberapa hari ini adalah kami bisa lebih leluasa mengeksplorasi dapur.

Untuk agenda ke pasar sendiri biasanya saya lakukan pada jam istirahat kantor. Kebetulan dekat kantor saya ada pasar tradisional. Namanya Pasar Kuripan. Sebuah pasar bertingkat yang tak hanya menjual sayur mayur namun juga aneka pakaian dan perhiasan.

Read More »