Wanita Bekerja dan Risiko Terkena Infeksi Saluran Kemih

 

“W nggak masuk ya, hari ini?” tanya saya pada salah satu rekan kerja saya satu hari di tahun 2015.

“Nggak. Dia sakit. Harus opname,” jawab rekan kerja saya tersebut.

Saya langsung terkejut mendengar jawaban beliau. Seingat saya beberapa hari sebelumnya teman saya ini masih sehat-sehat saja.

“Sakit apa, Kak?” tanya saya lagi.

Kakak itu kemudian mendekat pada saya dan sedikit berbisik, “Infeksi saluran kemih.”

Saya terdiam sejenak. Infeksi saluran kemih. Rasanya baru kali itu saya mendengar namanya. Penyakit jenis apakah itu? Apa penyebabnya? tanya saya dalam hati.

Setelah kembali bekerja, saya pun menanyakan perihal penyakit yang dideritanya pada teman saya W ini. Rupanya dia terkena infeksi saluran kemih ini disebabkan oleh kebiasaannya menahan pipis saat berada di kantor. Yah, namanya kantor kadang WC harus gantian kan, ya. Belum lagi kadang ada pekerjaan yang suka nanggung untuk ditinggalkan. Jadilah teman saya ini kadang lebih memilih menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu. Siapa sangka karena terlalu sering menahan pipis ini ternyata membawa masalah untuk teman saya itu.

Read More »

5 Penyanyi Playback Pria Bollywood yang Wajib Diketahui

Bagi yang gemar menonton film Bollywood, sudah pasti tahu kalau film Bollywood takkan lengkap tanpa lagu dan tari-tarian. Adegannya pun tak tanggung-tanggung. Ada yang tokoh utamanya bernyanyi dan menari di tengah hujan, trus kadang dengan ajaibnya bisa pindah lokasi dari gunung ke laut. Para aktor Bollywood ini juga tahan banget dengan udara dingin. Adegan menyanyi di salju tapi pakaiannya serba tipis. Luar biasalah para pemain film India ini. Heuheuheu.

Dulunya saya mengira lagu-lagu yang kita dengar dalam film Bollywood ini dinyanyikan sendiri oleh pemainnya. Tambah keren dong ya. Sudah jago akting, suara cakep pula. Namun setelah bertahun-tahun mengikuti film Bollywood akhirnya saya pun mengetahui ada orang lain lain di balik adegan nyanyian Shahrukh Khan dan Kajol di Kuch-kuch Hota Hai dan tentunya film-film Bollywood lainnya. Saya sendiri mengetahuinya setelah membeli kaset soundtrack Kuch-kuch Hota Hai saat masih SMA dulu. Dari situlah saya tahu para penyanyi latar ini. Mereka ini kalau di kredit film disebut sebagai “Playback Singer.”

Playback Singer ini sendiri suaranya kadang cocok-cocokan loh. Misalnya playback singer A cocoknya untuk aktor B, dan begitu pula sebaliknya. Namun biasanya sih satu playback singer ini bisa mewakili beberapa aktor/aktris sekaligus. Makanya dulu saya suka bingung kok ini artis pas ngomong sama nyanyi suaranya sama dengan artis yang di film itu. Ternyata playback singer-nya sama. Hehe.

Read More »

5 Menu Asam Manis untuk Sahur

“Bangun-bangun! Sudah waktunya sahur,” begitu biasanya para ibu membangunkan anggota keluarganya saat jam sahur di bulan Ramadan.

Tak lama, satu persatu anggota keluarga pun beranjak dari tempat tidurnya. Di meja makan tampak sudah siap beberapa menu untuk disantap subuh itu. Sayangnya begitu para anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan menu yang disajikan tersebut hanya sedikit yang disentuh.

“Kok sahurnya dikit? Ntar lemes loh,” kata si ibu saat melihat anaknya makan hanya beberapa sendok makan.

“Nggak selera, Bu,” begitu jawab si anak sambil mengelap tangannya yang baru saja dicuci.

Mendengar jawaban si anak, ibupun hanya bisa menghela nafas.

***

Fragmen di atas mungkin sering terjadi di sekitar kita. Memang salah satu permasalahan yang kerap timbul saat sahur adalah kurang berseleranya kita untuk makan. Ya, wajar aja sih. Bangun subuh mata masih kriyep-kriyep eh langsung disuruh makan. Belum lagi kadang menu yang disajikan sangat tidak menggugah selera. Makin hilanglah selera makan kita saat melihatnya. Karena itulah kadang seorang ibu yang biasanya bertanggung jawab akan menu sahur harus pintar-pintar mengatur menu sahur untuk keluarga.

Kalau saya pribadi sebenarnya tidak terlalu bermasalah dengan menu apapun, mengingat saya selalu lahap makan saat sahur (asal ada ikannya). Meski begitu ada salah satu menu olahan yang sangat saya sukai jika disajikan saat jam sahur. Menu tersebut adalah menu asam manis. Duh, kalau ibu saya sudah menyiapkan menu ini untuk sahur bisa dipastikan saya nambah berkali-kali. Mungkin karena perpaduan rasa asam dan manis itu ya yang membuat lidah bergoyang.

Read More »

Orang-orang yang Bisa Mengetahui Rahasiamu

Jelang hari pernikahan, saya menyambangi sebuah salon perawatan di kota saya. Maksud kedatangan saya kala itu apalagi kalau bukan untuk melakukan rangkaian perawatan pra nikah mulai dari lulur, timung dan perawatan lainnya. Aslinya sih saya bukan orang yang rajin ke salon untuk perawatan tubuh. Bahkan setelah berhijab belasan tahun yang lalu, frekuensi saya ke salon dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Intinya sih saya kalau ke salon cuma buat potong rambut. Heuheu.

Saat berada di salon tersebut, sebuah pemikiran muncul di kepala saya. “Wah, para pegawai salon ini termasuk pekerjaan yang bisa mengetahui rahasia orang lain,” kata saya dalam hati. Maksud dari rahasia di sini adalah rahasia yang ada di tubuh pelanggannya. Entah itu tahi lalat, tanda lahir, tato maupun rahasia lain yang kadang tak sembarang orang mengetahuinya.

Dalam keseharian kita, kadang baik secara sadar atau tidak kita membagikan rahasia yang ada pada diri kita. Entah itu pada sahabat, saudara dan orang-orang yang kita percayai. Namun ternyata ada juga orang-orang selain sahabat dan keluarga yang mengetahui rahasia yang ada pada diri kita. Entah itu rahasia dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk perkataan. Pada orang-orang ini, kita dengan suka rela berbagi rahasia kita. Berikut adalah profesi-profesi yang membuat kita harus membuka rahasia kita tersebut:

Read More »

Cerita Di Balik Migrasi ke Top Level Domain

gambar : Pixabay

Sejak awal ngeblog, sebenarnya saya sudah bercita-cita untuk bisa memiliki blog berakhiran dotcom. Kala itu yang ada di pikiran saya keren aja kalau bisa punya blog dengan akhiran dotcom ini. Saya belum mengerti tentang monetize dan hal-hal lain yang saat ini mungkin menjadi alasan orang-orang menjadikan blog gratisannya menjadi Top Level Domain. Yah, waktu itu memang kayaknya dunia blogger belum semenjanjikan sekarang, jadilah saya ngeblog murni karena ingin mengeluarkan isi di kepala.

Seiring dengan semakin banyaknya teman-teman dunia maya yang mengganti blog gratisannya menjadi blog berbayar, keinginan saya untuk bisa pun semakin menguat. Sayangnya dengan alasan membuat blog TLD itu mengeluarkan biaya, akhirnya saya putuskan untuk tetap setia dengan blog gratisan. Selain itu, saya juga khawatir tidak akan bisa konsisten menulis saat sudah memiliki blog TLD nanti.

Setelah berbulan-bulan bersemedi, akhirnya saya pun bulat memutuskan untuk berpindah dari blog gratisan ke blog berbayar. Karena saya menggunakan blog wordpress, otomatis saya harus menyewa hosting terlebih dahulu baru bisa membeli domain. Bisa sih sebenarnya saya pindah haluan ke blogspot yang tak memerlukan hosting. Tapi yah saya sudah nyaman ngeblog di wordpress ini. Mau nggak mau harus rela bayar lebih deh.

Read More »