Berkata “IYA, BOLEH” pada Anak, Kenapa Tidak?

Sabtu, 25 Maret yang lalu, saya berkesempatan menghadiri Seminar Parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center di Hotel Golden Tulip Banjarmasin. Ini adalah kali kedua saya menimba ilmu parenting melalui Dancow Parenting Center. Jika pada seminar sebelumnya membahas tentang perlindungan yang optimal bagi tumbuh kembang si Kecil, maka untuk seminar kali ini, tema yang diangkat adalah Berkata IYA BOLEH Untuk EKSPLORASI Si Kecil.

Acara seminar dimulai sekitar pukul 09.30 Wita, dengan pengisi acara yang tentunya sudah ahli di bidangnya. Acaranya sendiri dibuka oleh Shahnaz Haque, yang pada kesempatan hari itu membawa serta salah satu putrinya yang katanya nih suka main drum juga seperti ayahnya.

Adapun para pengisi materi pada hari itu adalah DR. Dr. Rini Sekartini, Sp(A)k yang berprofesi sebagai dokter anak, Bunda Vera Itabiliana Hadiwidjojo S. Psi., Psi yang akan membagikan materi seputar psikologi dan Bunda Sari Sunda Bulan, AMG, yang merupakan seorang ahli gizi.

Materi yang diangkat pada seminar Dancow Parenting kali ini tentunya berkaitan dengan tumbuh kembang si Kecil. Jadi, secara umum, ada 3 hal yang diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil. Ketiga hal tersebut adalah nutrisi, cinta dari orang tua, dan stimulasi. Nah, ketiga aspek inilah yang kemudian dijabarkan oleh para nara sumber yang mengisi seminar Dancow yang saya ikuti. Sok lah mari kita bahas ketiga aspek tersebut secara rinci.

Dr. Rini memberi materi tentang tumbuh kembang anak

Nutrisi

Seperti kita ketahui, dari mulai hari pertamanya lahir, si Kecil sudah memerlukan nutrisi berupa ASI yang kemudian dilanjutkan dengan MPASI dan makanan penunjang lain sesuai pertambahan umurnya. Untuk memantau tumbuh kembang si Kecil, dapat dilakukan dengan cara mengecek tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala si Kecil secara rutin dan dilakukan hingga si Kecil berusia 6 tahun. Pengecekan ini dilakukan agar fisik si Kecil tumbuh sesuai dengan usianya.

Terkait dengan pemberian nutrisi, Bunda Sari Sunda Bulan memberikan beberapa tipsnya seputar hal-hal yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut antara lain:

  • Atur dan disiplin terhadap jadwal & kebiasaan makan. Perlu juga diatur porsi yang akan dikonsumsi si Kecil. Misal untuk nasi ukurannya sekepal tangan anak, sedang untuk lauk dan buahnya disesuaikan ukuran telapak tangannya.
  • Si kecil juga harus dibatasi pemberian garam, gula dan minyak. Jadi bukan hanya orang dewasa loh yang harus dibatasi garam gula dan minyaknya.
  • Pilih nutrisi yang dapat memberikan perlindungan advanced untuk mendukung proses belajar utk tumbuh kembang si kecil
  • Buat suasana makan yang menyenangkan untuk pemberian nutrisi bagi si kecil. Bisa jg membuat menu berganti-ganti/menu 10 hari
  • Si kecil juga bisa dilibatkan dalam menyiapkan makan untuk dirinya. Misalnya diajak memilih bahan makanan yang akan dikonsumsi

 

Cinta orang tua

Sebagai orang tua, tentunya kita akan memberikan cinta kepada buah hati kita. Dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil, cinta yang diberikan ini bisa dijabarkan sebagai berikut:

  • Cinta berarti terus belajar mengenali, menghadapi dan membimbing si Kecil.
  • Cinta juga berarti memberikan yang terbaik sesuai kebutuhan tumbuh kembang si kecil
  • Cinta juga bisa berwujud pola asuh yang tepat, mendukung eksplorasi si kecil

EksplorasiΒ  sendiri sangat dibutuhkan untuk sensori motorik, komunikasi, sosioemosional, kemandirian, kognitif & kreativitas si Kecil. Dalam sesi ini, Bunda Vera memberikan contoh sebuah kasus yang pernah ditanganinya. Jadi ada orang tua yang datang kepada beliau bersama buah hatinya. Si Kecil ini memiliki masalah dalam sensori motoriknya. Jika diletakkan sebuah barang ke tangannya, si Kecil tidak bisa menggenggam barang tersebut. Ternyata setelah ditanyai baru ketahuan kalau orang tuanya sangat protektif pada anaknya. Si Kecil dilarang memegang barang dengan tangan. Alih-alih mereka memakaikan sarung tangan pada si Kecil tersebut. Akibatnya si Kecil jadi tidak memiliki kemampuan sensori motorik yang baik.

Dalam hal pengasuhan sendiri, ada 4 pola asuh yang umumnya digunakan para orang tua. Pola asuh tersebut antara lain:

  • Pola asuh otoriter, yang cenderung keras
  • Pola asuh permisif, yang cenderung longgar
  • Pola asuh ignoran, yang cenderung tidak peduli
  • Pola asuh demokratis. Pola asuh adalah yang paling ideal digunakan dalam pengasuhan si Kecil

 

Stimulasi

Setelah nutrisi dan cinta orang tua, hal lain yang diperlukan bagi tumbuh kembang si Kecil adalah stimulasi. Stimulasi yang diberikan bisa berupa mengajak anak bermain entah itu di taman atau di rumah, bisa juga dengan mengajaknya mengikuti kegiatan harian kita seperti berbelanja. Sayangnya saat si Kecil sedang melakukan eksplorasi, kadang Bunda susah mengatakan “IYA, BOLEH” pada si kecil karena takut anak sakit, rumah berantakan, dan anak kenapa-kenapa.

Bermain sebagai salah satu cara Si Kecil ber-eksplorasi

Kecemasan berlebihan yang dimiliki Ayah Bunda bisa jadi memberikan akibat yang kurang baik bagi tumbuh kembang si Kecil. Pertama, kecemasan Bunda bisa membatasi perkembangan anak dan membuat dirinya merasa tidak mampu. Kedua, kecemasan Bunda bisa juga membuat anak ikut cemas dan akhirnya anak jadi kurang percaya diri, penakut dan tergantung pada orang tua.

Lalu, apakah Ayah dan Bunda tidak boleh cemas? Tentu saja boleh. Namun ada hal-hal yang harus diingat seperti tidak boleh cemas berlebihan, jangan ditunjukkan di depan anak, arahkan rasa cemas untuk amankan si Kecil. Kecemasan juga bisa dialihkan dengan cara fokus pada sekitar anak bukan hanya pada anak. Misalnya saat anak jatuh berarti kesempatan belajar agar tidak jatuh.

Untuk mendukung ekplorasi anak sendiri, bisa dilakukan dari luar maupun dari dalam. Dukungan eksplorasi dari luar bisa berupa mengenali aktivitas si Kecil untuk mengetahui bahayanya, pastikan safety dan childproof. Bisa juga dengan mengajarkan, contohkan dan latih anak melakukan dengan benar, sampaikan batasan dan resikonya pada anak. Sedangkan dukungan eksplorasi dari dalam berupa memberikan perlindungan melalui nutrisi seimbang.

Tentunya ada banyak manfaat yang bisa didapat dengan mengatakan “IYA, BOLEH” pada si Kecil. Manfaat tersebut antara lain:

  • Anak mempunyai kesempatan belajar melalui eksporasi
  • Anak merasa hidup di lingkungan yang positif
  • Anak belajar aturan/batasan yang membuat dirinya aman dan nyaman
  • Anak merasa dipercaya dirinya mampu
  • Anak menjadi berani menghadapi tantangan dan tidak mudah frustrasi
  • Anak menjadi percaya diri

Selain berbagi materi seputar dunia parenting, dalam seminar hari itu pihak Dancow juga memperkenalkan produk terbaru mereka yakni Dancow Advanced Excelnutri+ yang merupakan penyempurnaan dari produk sebelumnya. Bagi para bunda yang ingin nambah-nambah ilmu seputar dunia anak, bisa mampir ke http://www.dancow.co.id/dpc atau bergabung di facebook Dancow Parenting Center dan bisa juga mem-follow twitter @dancowcenter.

Jadi, dengan nutrisi yang seimbang plus dukungan yang baik dalam pemberian stimulasinya, Ayah Bunda tentu tidak perlu ragu lagi berkata “IYA, BOLEH,” pada buah hatinya.

18 thoughts on “Berkata “IYA, BOLEH” pada Anak, Kenapa Tidak?

    • harusnya ada sih, mbak. soalnya dia kayak roadshow gitu. yang sekarang mau diadakan di surabaya kalau nggak salah. mbak bisa coba tanya di fb dancowcenter-nya πŸ™‚

  1. Selama yg dilakukan anak bukan hal yg membahayakan, saya seh iya-in aja πŸ˜€

    Selamat atas web barunya, mbak.
    Saya malah lagi down banget semangat dan ide nulisnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *