Berburu Batu di Martapura

Batu, batu dan batu. Itulah yang akan kita saksikan jika mengunjungi pertokoan Cahaya Bumi Selamat di kota Martapura. Sebagai pusat penjualan batu dan permata, pertokoan ini menjadi tujuan utama para pelancong yang menjejakkan kakinya di provinsi Kalsel.Puluhan toko yang berjejer di sana menjual aneka macam hasil kerajinan batu. Tak hanya intan yang memang sudah menjadi ikon kota tersebut, namun juga batu-batu lainnya yang saat ini sedang boming di pasaran.

Saya dan tiga orang teman berangkat sekitar pukul sebelas dari kota Banjarmasin. Beberapa hari sebelumnya saya mendapat ajakan untuk ke Martapura. Karena memang tidak ada agenda apa-apa hari itu, saya pun menyetujui ajakan tersebut.

Terik matahari langsung menyambut kami begitu keluar dari mobil. Mungkin karena euforia batu akik yang masih melanda, suasana pertokoan CBS terasa sangat ramai hari itu. Puluhan mobil berjejer rapi di area parkir. Tak hanya dari kota tetangga, bisa jadi para pengunjung ini juga datang dari seberang pulau. Tujuan mereka hanya satu, membeli oleh-oleh berupa batu dari Kalimantan.

Toko permata Kalimantan merupakan salah satu toko yang paling terkenal di pertokoan CBS ini. Letaknya berada di depan dengan ruangan ber-AC dan pengunjungnya selalu penuh. Saat masih kuliah dulu, saya diberitahu kalau toko ini menjadi langganan para artis ibukota. Entah itu untuk berbelanja, juga untuk menyewa perhiasannya. Entah benar atau tidak, saya tidak bisa memastikannya.

Saya dan ketiga teman berpencar mencari buruan kami masing-masing. Saya dan seorang kakak berniat mencari kain Sasirangan murah yang katanya dijual di sana. Sedangkan dua orang lagi mencari batu-batu untuk dijual kembali. Selain berjualan batu, beberapa toko di komplek pertokoan CBS ini juga menyediakan aneka jenis kain Sasirangan yang merupakan kain khas Kalimantan Selatan.

Mungkin karena gaungnya yang luar biasa, perhatian saya hari itu lebih tersedot pada batu-batu yang terpajang di toko-toko yang berjejer di CBS. Mulai dari batu yang berbentuk bongkahan, batu yang sudah diasah namun masih dijual ber butir, hingga baru yang sudah berbentuk aneka aksesoris seperti gelang dan cincing dijual di pertokoan ini. Harganya pun bervariasi antara kisaran belasan ribu hingga jutaan. Bahkan jika kita berjalan ke luar komplek pun, kita akan menemukan beberapa penjual batu yang dikerubungi peminat.

Saya sendiri pada akhirnya membeli beberapa gelang batu akik yang dijual di salah satu toko. Harganya Dulu-dulu, saya tak terlalu tertarik dengan aksesoris seperti ini. Namun mungkin karena terbawa euforia yang ada saya akhirnya tergoda juga untuk membeli. Padahal mungkin jika saya membeli gelang-gelang tersebut beberapa bulan sebelumnya harganya bisa lebih murah dari yang saya beli sekarang 🙂

 

0 thoughts on “Berburu Batu di Martapura

  1. Wow, keren-keren warna gelangnya, Mbak. Anekawarna, indah terkena sinar! Semoga euforia batu ini tidak sampai merusak alam dan struktur bukit bebatuan di sana ya, Mbak.
    Martapura termashyur dengan intannya ya Mbak. Jadi penasaran dengan intan aslinya :hehe.

  2. Saya pernah beli batu akik di toko Permata Kalimantan tahun 2008, buat oleh-oleh teman kantor. Juga beli tikar yang dari rotan di toko bagian belakang.

    Ah jadi kangen Banjarmasin. Ketika itu saya penyantap gulai itik gambut, minimal 3 kali seminggu, hehe..

  3. Pernah beli di Permata Kalimantan, dia kasih garansi sampai setahun. Cuma disayangkan adanya penambangan liar ya. Kerusakan lingkungan dan keselamatan serta kesejahteraan para pekerja jadi rawan. Pernah ditunjukkan sebutir halus emas yang ditemukan penambang tersebut. Sebutir keciiilll…yang untuk mengindentifikasi pun saya kesulitan. Tapi para penambang itu dengan mudah bisa membedakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *