Berawal dan Berakhir karena Kecerobohan

Semua bermula dari sebuah kecerobohan. Seorang karyawan meninggalkan ponselnya di kantor, dan dia menemukannya. Satu hari setelahnya, si karyawan datang kantor dan menanyainya.”Apa kau melihat ponselku?” Mendapat pertanyaan tersebut, ia kemudian mengambil sebuah ponsel dari tasnya, dan menyerahkan pada karyawan tersebut.

Beberapa waktu berlalu, tanpa sengaja ia lagi-lagi menemukan sebuah ponsel yang tertinggal. Dilihat dari modelnya, jelas sekali ponsel terebut merupakan tipe ponsel murah yang bisa didapatkan dengan harga seratus hingga dua ratus ribu. Jika di kali pertama ia berbaik hati menyimpan ponsel yang tertinggal tersebut, maka untuk kali ini, entah mengapa terbersit niatan lain di hatinya.

Pemilik ponsel ini begitu ceroboh meninggalkan ponselnya di kantor. Mungkin karena harganya murah, maka ia tak mempedulikannya. Kalau begitu, bisa jadi ia juga takkan mempermasalahkan jika ponsel ini hilang, katanya sebuah suara di kepalanya. Dan benar saja. Ketika keesokan harinya ia mengaku tak menemukan ponsel apapun, karyawan tersebut tak memperpanjang pencariannya.

Setelah kejadian tersebut, entah mengapa kesempatan demi kesempatan seolah terbuka lebar untuknya. Dompet yang tertinggal di laci yang tak terkunci, flashdisk yang masih tercolok di komputer usai jam kerja, hingga tas yang tak tertutup dengan sempurna. Semuanya dengan sukses menggodanya untuk mengulangi aksinya. Kenyataan bahwa para karyawan tersebut tak pernah mempermasalahkan “barang-barang kecil” milik mereka yang hilang tersebut juga membuatnya semakin berani dan nekat dalam menjalankan aksinya.

Namun pada akhirnya, tiba juga waktunya dirinya terjatuh. Lembaran-lembaran berwarna merah di sebuah dompet membuatnya gelap mata dan melakukan tindakan ceroboh. Alih-alih mengambil sedikit, ia malah meraup semua yang terlihat di matanya. Panggilan pun datang untuknya, dengan sebuah rekaman sebagai bukti. Ia tak bisa mengelak. Dan pada akhirnya, hal ia awali dari sebuah kecerobohan kini harus berakhir karena sebuah kecerobohan pula.

50 thoughts on “Berawal dan Berakhir karena Kecerobohan

  1. biasanya kehilangan barang kecil atau beberapa ratus ribu uang yang terjadi berulang kali di sebuah perusahaan, memang dilakukan oleh “orang dalam” . Alhamdulillah ketahuan.
    Kalau kleptomania, berhubung ini gangguan jiwa, biasanya pelaku tak terlalu hati dalam menyimpan “hasil curiannya”. Jadi terkadang malah lebih gampang ditangkap. Pernah juga “membebastugaskan” seorang pelaku kleptomania.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *