Belanja Online

Beberapa tahun yang lalu, saya dan adik perempuan saya mencoba untuk berjualan. Saat itu, adik yang gemar belanja memamerkan sweter yang ia beli di pasar. Kainnya halus dan nyaman dipakai. Entah dapat bisikan dari mana, ia kemudian mengajak saya untuk memasarkan sweter tersebut. Karena ingin belajar berdagang, saya pun menyetujui ajakannya tersebut.

Mulailah kami mencari-cari produk sweter sejenis dengan harga yang tentunya lebih murah ketimbang di pasar. Setelah berbagai situs didatangi, akhirnya saya menemukan penjual sweter di sebuah akun multiply. Dalam akunnya tersebut, penjual ini memamerkan sweter dagangannya dalam album-album foto. Untuk membeli sweter yang diinginkan, saya bisa menghubungi nomor kontak yang diberikan.

Untuk menjual produk kami, saya dan adik membuat akun khusus di facebook. Selain itu adik saya juga mempromosikan sweter yang kami jual kepada beberapa temannya. Alhamdulillah untuk beberapa bulan, saya dan adik berhasil melakukan beberapa kali transaksi dengan penjual sweter rajut online yang saya temukan di atas. Sayangnya umur usaha jualan saya dan adik tak berlangsung lama. Entah ini karena kurangnya promosi atau memang kami yang tidak memiliki bakat dagang. Tak lama Multiply ditutup dan saya tak tahu lagi kabar penjual sweter langganan saya itu.

Setelah tak lagi berurusan dengan jualan sweter, saya sempat beberapa kali melakukan transaksi belanja online. Meski sebenarnya saya termasuk tipe yang lebih percaya lihat sendiri barangnya baru beli, namun toh kadang ada beberapa barang yang hanya bisa saya dapatkan secara online entah dengan alasan lebih murah atau barang yang saya cari hanya bisa dibeli online.

Waktu itu, saya kesulitan mencari gamis dengan model bawahan yang lebar. Seingat saya di masa itu produk gamis masih sangat standar dan tidak ada cantik-cantiknya dikenakan. Nah, salah seorang teman yang saya kenal di multiply meng-uplod beberapa foto gamis di akun facebooknya. Saya langsung tertarik dengan salah satu gamis yang dipajang karena jika dilihat dari fotonya, gamis tersebut jahitan sendiri dan roknya cukup lebar. Saya pun langsung menghubungi teman tersebut untuk membeli gamis hitamnya. Beberapa hari kemudian gamisnya sampai di rumah dan alhamdulillah sesuai dengan ukuran badan saya.

Produk lain yang pernah saya beli secara online adalah memory stick untuk kamera saku Sony milik saya. Berhubung kamera saku ini termasuk keluaran lama, maka memory card yang digunakan pun jenis lama. Saat itu tanpa sengaja saya mematahkan memory card yang umurnya memang sudah uzur tersebut.

Saya berusaha mencari ke berbagai toko di Banjarmasin. Ada sih barangnya. Tapi harganya benar-benar nggak wajar. Akhirnya saya memutuskan mencari si memory stick di dunia maya. Ternyata, salah satu situs jual beli komputer terkemuka menjual memory stick ini dengan harga yang jauh lebih murah. Langsung saja saya memesan dan voila, kamera saya sudah bisa digunakan kembali.

Pengalaman belanja online terbaru saya adalah saat membeli sebuah tas di sebuah situs e-comerce. Saya tergoda untuk membeli tas secara online karena diskonnya yang lumayan besar. Sayangnya saat tas tersebut sampai, ada sedikit cacat dan agak tidak sesuai dengan harapan saya. Meski ada fasilitas pengembalian barang, saya tidak menggunakannya. Soalnya saya agak malas jika harus bungkus dan kirim lagi.

Setelah pembelian tas di atas, saya belum lagi melakukan pembelian secara online. Dan pagi ini saya dikejutkan dengan WA dari penjual sweter yang dulu pernah saya beli barangnya. Mbak ini ternyata kini berjualan di instagram. Saya lihat produk-produk jualannya. Sweter yang dulu sempat saya pasarkan masih ada. Selain itu, ada juga produk-produk lain yang tak kalah menariknya. Ah, apakah saya perlu mengajak adik lagi untuk berjualan sweter ini?

Berbelanja online memang memberikan cukup kemudahan. Kita tak perlu capek keliling ke sana kemari memilih barang. Tinggal klik sana sini jika ingin membandingkan barang yang satu dengan barang yang lainnya. Kemudian setelah uang dibayar tinggal duduk manis nunggu barang sampai. Lebih menyenangkan lagi jika barang yang dipesan sesuai dengan harapan.

21 thoughts on “Belanja Online

  1. Sekedar saran mungkin, ada baiknya jika usaha yang dulu dilanjutkan. Boleh ngajak adiknya, atau bila sang adik berhalangan karena sibuk dan semacamnya, seorand diri juga tidak apa-apa. Bakat dagang, tidak hanya dimiliki oleh orang tertentu. Semua hal, saya kira hanya butuh satu hal, yakni keyakinan. Tanamkan dalam diri, bahwa bila sudah aa yang jualan, yakinlah pasti akan ada yang belanja. Bukankah Allah menciptakan segala sesuatu itu berpasangan? 😀 heee

  2. Klo disini sering banget belanja di Ebay or Amazon.. Biasanya aku ngeliat rating penjual cari yang 95% ke atas.. Jadi udah terjamin kualitas penjualnya.. Hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *