The Founder, Kisah Tragis di Balik Kesuksesan McDonald’s

Jika mendengar nama McDonald’s, pikiran kita pasti mengarah pada sebuah franchise besar dari Amerika dengan ikon huruf M besarnya itu. Namun siapa sangka ternyata di balik nama besar McDonalds ini ada sebuah kisah yang cukup memilukan. Dan saya baru mengetahuinya setelah menonton film The Founder yang dibintangi Michael Keaton.

Cerita awal The Founder dimulai dari Ray Croc, seorang sales alat pembuat milkshakes yang sedang menawarkan barang miliknya ke berbagai gerai di Amerika. Saat sedang beristirahat dari pekerjaannya, dia mendapat informasi kalau ada sebuah tempat makan yang ingin membeli banyak sekali alat pembuat milkshake yang ia tawarkan. Ray tentu saja terkejut dengan kabar ini. Pasalnya, selama ini dia sangat kesulitan memasarkan alat milkshake tersebut. Dan tiba-tiba saja ada permintaan sampai, wajar

Dengan rasa penasaran, Ray pun memacu mobilnya menuju lokasi gerai makan McDonalds. Setibanya di McDonald’s, Ray dibuat takjub dengan sistem pelayanan yang dilakukan oleh gerai makanan ini. Tak seperti gerai makanan lain yang kerap dikunjunginya, di mana para pengunjung menunggu pesanannya (sampai lumutan) di dalam mobil, maka McDonald’s menggunakan sistem antrian. Para pengunjung yang ingin menikmati burger harus mengantri. Ajaibnya, mereka hanya perlu menunggu sekian menit hingga pesanannya diserahkan. Sangat efisien!

Baca juga : Hindi Medium, Cerita tentang Pencarian Sekolah Terbaik untuk Anak

 

Read More »

Melihat Keindahan Dunia dengan Balon Udara

Salah satu posisi yang saya sukai saat naik pesawat adalah duduk di dekat jendela. Dengan duduk di dekat jendela ini, membuat saya bisa menikmati pemandangan yang ada di bawah sana. Saya bisa menyaksikan kota yang saya tinggali mulai mengecil, hingga akhirnya hanya terlihat seperti titik-titik mungil. Saya juga kadang dibuat terkagum-kagum dengan keindahan lampu-lampu yang menutupi sebuah kota saat penerbangan tiba di malam hari. Semuanya terlihat begitu indah dari balik jendela pesawat tersebut.

Nah, jika memandang pemandangan alam dari jendela pesawat saja sudah menyenangkan, bagaimana ya rasanya jika bisa mengapung di udara sambil berkeliling melihat keindahan pemandangan alam sekitar dari atas ketinggian? Pasti keren banget, ya? Nyatanya, hal tersebut memang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan menggunakan balon udara.

Saat ini, terdapat banyak paket wisata balon udara yang banyak ditemukan di berbagai belahan dunia, mulai dari kawasan benua Eropa, Afrika, Kutub Utara, juga kawasan Asia. Tertarik untuk melakukan wisata balon udara? Dengan booking tiket online kita bisa berkunjung ke 5 negara berikut ini, dan menikmati keindahan dunia dengan berwisata balon udara:

Baca juga : 5 Hal yang Perlu Dipersiapkan bagi Flashpacker Pemula

Read More »

Cerita Perjalanan ke Makassar

“Sudah sampai mana?” tanya suara di ujung telepon pada saya yang sedang berada dalam sebuah mobil menuju bandara.

“Sudah sampai Liang Anggang, Bu,” jawab saya dengan suara bergetar. Jam di pergelangan tangan saya sudah menunjukkan pukul 17.20, empat puluh menit sebelum pesawat saya berangkat.

Hari itu adalah hari keberangkatan saya ke Makassar. Seharusnya pukul 16.00 saya sudah berangkat dari rumah menuju Bandara Syamsudin Noor. Namun karena kurangnya koordinasi antara saya dan suami masalah pemesanan taksi online, pukul 16.45 kami baru berangkat menuju bandara. Perjalanan dari rumah kami ke bandara memakan waktu kurang lebih 30 menit. Namun dengan kondisi jalan yang padat karena jam pulang kerja tentu saja waktu tempuh ini bisa lebih lama beberapa belas menit. Bayangkan bagaimana paniknya saya saat itu.

“O ya sudah nggak apa-apa. Insya Allah sempat aja. Minta sopirnya lebih cepat, ya,” kata suara tersebut lagi menenangkan saya.

“Iya, Bu,” jawab saya lagi. Saya kemudian meminta pengemudi taksi online untuk memacu mobilnya lebih cepat. Dalam hati saya tak putus-putusnya berdoa semoga pesawat yang akan kami tumpangi tak meninggalkan saya.

Baca : Menginap di Hotel Four Points Sheraton Makassar

Read More »

Merencanakan Liburan ke Bali

Sekitar 9 bulan yang lalu, suami saya mendapat undangan untuk menghadiri sebuah acara yang katanya sosialisasi pariwisata. Undangannya sendiri disampaikan lewat telepon dan sms yang entah dari mana bisa mendapatkan nomor telepon suami saya. Untuk bisa lebih menarik minat suami, diberikan juga voucher menginap di hotel bintang 4 di Bali jika suami menghadiri acara tersebut. Mendnegar kata Bali, saya dan suami tentunya tertarik dong dengan penawaran ini. Apalagi untuk saya, yang merasa ini bisa menjadi bahan tulisan untuk blog. Dalam pikiran saya, acara yang ditawarkan ini semacam seminar atau obrolan tentang wisata.

Baca juga : Menginap di Hotel Four Points Sheraton Makassar

Maka dengan penuh persiapan saya (yang saat itu hamil tua) dan suami pun berangkat ke lokasi acara yang lokasinya juga di hotel bintang 4 di kota saya. Begitu tiba di hotel, saya agak bingung kenapa kok formatnya kayak orang wawancara atau konsultasi begitu? Jauh sekali dengan bayangan saya akan sebuah seminar. Begitu memasuki ruangan, barulah saya ngeh kalau undangan yang kami hadiri ini adalah program rekrutmen sebuah klub wisata. Jadi dalam programnya ini, anggota yang berhasil direkrut diiming-imingi akan bisa berlibur ke berbagai tempat dengan cara mengumpulkan poin-poin tertentu. Poinnya sendiri tentunya dihitung dari uang yang diangsurkan setiap bulannya. Yah intinya nabunglah.

Read More »

Belajar Menjadi Orang Tua

 

Delapan bulan sudah saya menyandang status baru sebagai ibu. Ada banyak hal yang saya pelajari selama 8 bulan ini. Mulai dari usaha menyusui, menyiapkan MPASI dan tentunya memantau perkembangannya baik motorik maupun perkembangan lainnya. Alhamdulillah hingga usianya yang hampir 9 bulan ini, anak saya perkembangannya cukup baik. Dia sudah bisa merangkak dan mulai mengucapkan beberapa kata random. Dia juga sudah mulai memahami beberapa instruksi yang kami berikan. Adapun untuk urusan makan, saya masih kesulitan karena anak saya kadang masih menolak makanan yang saya buatkan untuknya.

Tentang perkembangan motorik bayi ini, saya juga sempat dilanda masa galau. Jadi ceritanya saat itu saya mem-follow instagram Andien yang kebetulan usia anaknya tak jauh dari saya. Nah, di instagramnya ini Andien kan cukup sering memposting perkembangan Kawa, putra itu. Awalnya saya merasa termotivasi dengan postingan-postingannya. Beberapa stimulasi yang dilakukan menjadi inspirasi bagi saya untuk diberikan pada putri saya.

Tapi kemudian lama-lama saya jadi frustrasi sendiri. Apa pasal? Perkembangan Kawa sangat pesat sementara perkembangan anak saya terbilang biasa saja. Bayangkan saja si Kawa sudah bisa merayap di usia 5 bulan sementara anak saya cuma bisa nungging-nungging doang. Jadilah setiap kali melihat video perkembangan Kawa saya jadi merasa kecewa pada diri sendiri (atau anak saya?).

Read More »