Federal Matic Oli dengan 2x Revolusi Dingin untuk Motor Matic

“Motormu kayaknya sudah waktunya ganti oli, nih. Nggak enak dipakainya,” kata suami saya setelah menggunakan Honda Beat saya beberapa waktu yang lalu.

Saya hanya nyengir mendengar perkataan suami tersebut. Jujur saat itu saya lupa kapan terakhir kali saya mengganti oli motor matic saya tersebut. Sebagai wanita, memang salah satu kelemahan saya adalah abai dalam hal perawatan motor. Pokoknya selama masih bisa hidup dan jalan saya akan menganggap motor itu baik-baik saja.

Payahnya, motor matic ini tidak seperti motor manual yang kalau ngadat masih bisa diutak-atik businya. Jadi kalau motor sudah mulai mogok, baru deh kepikiran untuk membawa si kuda besi ke bengkel. Padahal ya, melakukan perawatan rutin seperti mengganti oli motor bukan hal yang sulit. Tinggal beli trus isi selesai deh.

 

Oli motor sendiri memiliki banyak kegunaan untuk motor, diantaranya:Read More »

5 Hal yang Perlu Dipersiapkan bagi Flashpacker Pemula

Sekarang ini, liburan alias traveling sudah seperti gaya hidup. Orang-orang berlomba-lomba meng-upload foto mereka saat sedang liburan di suatu tempat. Bahkan ada yang sampai berhutang hingga (mungkin) mengedit fotonya biar bisa pamer kalau sudah liburan. Padahal ya liburan ini kan sebenarnya sesuatu yang bisa direncanakan. Kalau kita ingin mengunjungi suatu tempat, ya berarti kita harus menyiapkan dananya terlebih dahulu alias nabung.

Dulu memang orang mengidentikkan liburan itu hanya bisa dilakukan mereka yang punya banyak uang di rekeningnya. Liburan gaya orang kaya ini biasa disebut liburan dengan koper. Lalu kemudian muncullah liburan ala backpacker yang minim biaya tapi harus siap dengan konsekuensi menginap di mana saja. Nah, ternyata sekarang ada loh jenis liburan yang berada di antara, namanya flashpacker alias flexible traveler.

Flashpacker sendiri mungkin tak jauh berbeda dengan backpacker. Bedanya seorang flashpacker memiliki prinsip selama liburan bisa melakukan apapun yang mereka inginkan bahkan kadang tanpa mempedulikan anggaran. Flashpacker akan berlibur tanpa memikirkan gengsi, penampilan ataupun identitas kelompok. Flashpacker pun tidak akan terlalu terpatok dengan jadwal yang ketat.

Read More »

MPASI, Antara Teori dan Praktik

Tak terasa Tyas putri saya sudah berusia 7 bulan. Ini artinya sudah 1 bulan sejak pertama kali diberikan makanan pendamping berupa MPASI. Seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya, untuk MPASI Tyas saya memilih versi WHO yang memperkenalkan berbagai jenis makanan sejak awal pemberian MPASI. Berbagai macam teori tentang MPASI sudah saya baca untuk persiapan MPASI Tyas. Lantas apakah teori yang saya baca tersebut sesuai dengan kenyataan di lapangan? Berikut adalah jawabannya.

Teori 1 : Membuat daftar menu harian

Dalam forum HHBF yang saya ikuti, sebelum memulai MPASI para ibu dianjurkan membuat daftar menu tunggal yang akan diberikan pada bayi selama 14 hari. Hal ini bertujuan agar para ibu bisa mengatur menu mana yang tinggi serat sehingga bisa menghindarkan bayi dari sembelit. Kenyataannya, saya tidak membuat daftar tersebut. Alasannya sih karena nggak sempat aja. Jadi selama pemberian menu tunggal, saya memberikan bahan makanan sesuai yang ada di kulkas aja sambil mengecek apakah bahan ini tinggi serat atau tidak. Bahkan sempat ada beberapa bahan makanan yang saya berikan berulang. Lalu apakah anak saya kena sembelit? Iya. Tyas sembelit setelah saya berikan pisang dua hari berturut-turut. Pisang memang dikelompokkan dalam buah tinggi serat yang kalau untuk bayi bisa memicu sembelit. Sembelitnya sampai nangis karena udah ngeden tapi nggak keluar-keluar itu pup. Untungnya cuma sehari kejadian ngeden sampai nangis ini.

Teori 2 : Menggunakan saringan kawat untuk menghaluskan makanan

Untuk menghaluskan makanan untuk MPASI, ibu disarankan menggunakan saringan kawat. Jadi bahan makanan yang sudah dikukus dibenyek-benyek di atas saringan kawat dan diambil bagian yang sudah halusnya. Tak lupa diambil juga bagian yang menempel di bawah saringan. Kenapa tidak dihaluskan dengan menggunakan blender? Karena penggunaan blender kadang memerlukan tambahan air yang bisa membuat bubur jadi encer yang beresiko membuat bayi susah naik tekstur. Saya sendiri awalnya cukup rajin menyaring bahan makanan ini. Hingga kemudian saya menggunakan jagung untuk MPASI anak saya, dan saya pun menyerah. Duh, jagung ini susah sekali disaring sodara-sodara. Mungkin seharusnya sebelum dikukus dia diparut dulu pakai parutan kelapa biar halus. Akhirnya setelah itu saya lebih sering pakai blender ketimbang saringan kawat. Selain lebih memudahkan dalam menghaluskan makanan, penggunaan blender juga lebih mempersingkat waktu saya membuat MPASI untuk anak saya. Jadi ya saya kagum sih sama ibu-ibu yang keukeuh tetap pakai saringan kawat untuk menghaluskan MPASI anaknya.

Read More »

AMITRA Membantu Mewujudkan Impian ke Tanah Suci

Sewaktu kecil dulu, saya sempat bercita-cita menjadi guru. Jika ditanya alasannya, mungkin karena hanya itulah profesi yang benar-benar saya ketahui. Makin dewasa, saya pun semakin sadar kalau menjadi guru merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan bisa mengalirkan pahala bagi di akhirat nanti. Karena itulah saat saya ditawari pekerjaan membina beberapa anak dalam ekskul menulis di sebuah sekolah Islam Terpadu, saya menyanggupinya. Meski bukan secara resmi sebagai guru, saya tetap berharap dengan membagi ilmu saya di bidang menulis bisa memberikan manfaat bagi anak-anak tersebut.

Selama membina ekskul menulis ini, saya pun sadar kalau yang namanya mengajar itu bukan hal yang mudah. Entah itu yang dihadapi anak SD, SMP hingga mahasiswa sekalipun pasti ada tantangannya. Karena itulah seorang pengajar dituntut untuk bisa kreatif dalam menggunakan metode mengajarnya agar para murid yang diajarnya bisa merasa senang dan benar-benar mengerti apa yang diajarkan guru.

Nah, berkaitan dengan profesi guru ini, Ramadhan yang lalu, bertepatan dengan HUT FIFGRUP ke-28, AMITRA menggelar program khusus yang bertajuk AMITRA Berbagi Berkah. Program ini secara resmi diluncurkan oleh Presiden Direktur FIFGROUP, Margono Tanuwijaya dan Presiden Direktur AMITRA, Zulkarnaen Prasetya di Hotel Aston Priority, Jakarta Selatan pada 5 Juni 2017 yang lalu. AMITRA sendiri merupakan salah satu produk dari FIFGRUP yang melayani pembiayaan syariah. Dengan adanya pembiayaan syariah ini, pihak FIFGRUP berharap bisa melayani lebih banyak lagi masyarakat Indonesia terutama dalam membantu masyarakat dalam mewujudkan impiannya beribadah ke tanah suci.

“Kami berharap di tahun 2017, AMITRA bisa melayani lebih banyak lagi masyarakat Indonesia terutama dalam membantu masyarakat dalam mewujudkan impiannya untuk beribadah di tanah suci.”

 

Read More »

Pengalaman Mengajak Bayi Travelling

Beberapa waktu yang lalu, saya dan suami mengajak Tyas putri kami untuk mengunjungi kakek neneknya yang tinggal di Tangerang. Di usianya yang memasuki bulan ke tujuh, ini adalah pertama kalinya bagi anak saya melakukan perjalanan jauh dan naik pesawat pula. Sebagai orang tua baru, tentunya kami harus mempersiapkan perjalanan ini dengan baik. Saya sendiri sebelum keberangkatan sudah mencari-cari informasi seputar membawa bayi naik pesawat. Mulai dari perlengkapan apa saja yang harus dibawa, hingga tips agar bayi bisa nyaman dalam perjalanan. Selain itu saya dan suami juga beberapa kali melakukan perjalanan yang cukup sebagai pemanasan sebelum kami benar-benar berangkat nanti.

Satu hari sebelum hari H, saya dan suami berkemas. Suami memasukkan pakaiannya ke dalam ransel kecil sementara pakaian saya dan Tyas diletakkan di satu koper travelling. Dalam koper tersebut, selain berisi pakaian saya dan Tyas, juga saya masukkan beberapa perlengkapan bayi seperti popok, pompa ASI dan beberapa perlengkapan MPASI seperti saringan kawat dan parutan keju. Selain tas koper, saya juga membawa sebuah tas jinjing berisi popok ganti, minyak telon, ASIP dan MPASI untuk anak saya dalam perjalanan nanti. Rencananya kami akan berada di tempat mertua selama 5 hari. Oh, ya selain membawa dua tas tersebut, saya juga menyewa sebuah stroller untuk memudahkan kami membawa Tyas saat berada di tempat kakek neneknya nanti.

Tas dan koper sudah siap, maka tahap selanjutnya adalah berangkat. Pesawat kami dijadwalkan berangkat pukul 4 sore. Untuk perjalanan ini, saya terlebih dahulu melakukan check in online pada maskapai yang sudah saya pilih. Nah, berdasarkan saran yang saya dapat, jika membawa bayi sebaiknya pilihlah kursi bagian depan atau bagian belakang agar memudahkan akses keluar nanti. Saya sendiri awalnya memilih kursi bagian tengah karena saat check in kursi bagian depan sudah terisi. Eh saat check in lagi di bandara kursi saya dipindahkan ke depan oleh petugasnya. Jadi, kesimpulannya, ibu yang bawa bayi tidak boleh duduk di bagian tengah pesawat.

Read More »